Qatar Harap Kesepakatan Damai Iran-AS Bisa Segera Buka Selat Hormuz

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Teks kesepakatan damai atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih terus diproses. Qatar sebagai negara mediator berharap MoU ini bisa segera membuka jalur Selat Hormuz.

Dilansir Aljazeera, Selasa (16/6/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan negara Teluk itu berharap kesepakatan AS-Iran akan membuat gas alam cair (LNG) mereka kembali mengalir ke negara-negara yang membutuhkan.

"Kami berharap MoU ini akan membantu membuka jalur navigasi di Hormuz sehingga Qatar dapat terus memasok LNG," katanya dalam konferensi pers.

Al-Ansari mencatat Qatar akan diwakili di Jenewa pada hari Jumat (19/6/2026) untuk penandatanganan resmi memorandum kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga: Iran Peringatkan Israel, Serangan ke Lebanon Langgar Kesepakatan dengan AS

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Vance mengatakan kepada NBC News bahwa kesepakatan tersebut mengharuskan pengawas nuklir kembali ke Iran. Dia menyebut hal itu sebagai bagian inti dari perjanjian tersebut. Oleh karena itu, dokumen belum bisa dipublikasikan.

"Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan itu adalah sesuatu yang dijelaskan dengan sangat jelas, dalam MoU," katanya.

Vance juga menambahkan bahwa tanggal untuk inspeksi nuklir dapat dirumuskan pada hari Jumat.

"(Karena) ada kesepakatan luas tentang hal ini, tidak banyak perbedaan pendapat tentang masalah khusus ini; itu seharusnya terjadi dengan sangat cepat," tambah wakil presiden.

Namun, para pejabat Iran sebelumnya mengatakan bahwa negosiasi tentang masalah nuklir akan diadakan setelah penandatanganan perjanjian awal. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, saat mengumumkan MoU tersebut pada hari Senin, juga mengatakan bahwa "negosiasi untuk perjanjian akhir akan ditunda hingga pihak lain memenuhi kewajibannya berdasarkan" kesepakatan awal.

Seperti diketahui, kesepakatan damai AS dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6). Sharif mengatakan bahwa Washington dan Teheran sepakat menyatakan penghentian "segera dan permanen" untuk pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.




(rdp/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Miswanto: Satpam yang Keliling Jemput Sampah, Kini Raih Kalpataru 2026
• 47 menit lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Kematian Satu Keluarga di Temanggung, Polisi: 4 Korban Keracunan Gas
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Lowongan PPPK Sekolah Rakyat 2026, Ini 3 Kategori Pelamar yang Paling Diuntungkan
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Seratus Lebih Kuda Berlaga di IHR Piala Paku Alam 2026, Naga Sembilan Juarai Kelas Bergengsi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Mengatasi Rasa Insecure Agar Lebih Percaya Diri dan Tenang Menjalani Hidup
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.