Malang: Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan kesiapan fasilitas penunjang untuk operasional Trans Jatim Koridor 2 rute Talangagung-Arjosari. Sebanyak 15 unit bus disiapkan guna memberikan pelayanan transportasi publik yang prima di Malang Raya.
Jumlah armada yang dialokasikan tersebut memiliki komposisi yang sama dengan Koridor 1 yang sudah beroperasi lebih dulu. Pihak Dishub membagi armada tersebut menjadi bus utama yang aktif di jalan raya dan bus cadangan.
"Armada yang disiapkan sementara kami itu 14 operasional, satu cadangan," ungkap Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, Selasa, 16 Juni 2026.
Baca Juga :
Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya Mulai Beroperasi Oktober, Ini RutenyaMeskipun armada telah siap, manajemen Dishub Jatim saat ini masih menghitung formula yang tepat untuk jadwal keberangkatan bus. Penentuan waktu tunggu (headway) antarbus baru bisa diputuskan setelah tim teknis selesai melakukan survei simulasi waktu tempuh di lapangan.
"Kita masih belum tahu waktu tempuhnya. Kalau kita sudah mengetahui finalisasi rutenya melalui ruas jalan mana, baru kita bisa menyurvei kira-kira berapa menit sampainya, baru kita bisa menghitung waktu headway dan timetable-nya," terang Cito.
Terkait jam operasional harian, skema untuk Koridor 2 diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan layanan koridor yang sudah ada. Namun, ada peluang jam keberangkatan pertama pada pagi hari akan ditarik lebih awal demi mengakomodasi kebutuhan kaum pelaju.
"Garis besarnya hampir sama dengan koridor 1. Atau bahkan lebih mundur. Contoh, kalau koridor 1 kan jam 5, bisa mungkin lebih jam setengah 5. Tapi masih belum final karena kami masih belum tahu finalnya nanti lewat mana," ungkap Cito.
Peresmian Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya/Dok. Pemkot Batu.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan perluasan jangkauan transportasi massal Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Layanan armada bus koridor 2 ini dijadwalkan mulai mengaspal pada Oktober 2026 mendatang untuk menghubungkan Kabupaten Malang bagian selatan dengan Kota Malang.
Cito menegaskan persiapan penambahan rute baru tersebut kini sudah memasuki tahap finalisasi. Kehadiran koridor anyar ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat antardaerah.
"Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final. Memang nanti akan ditambahi di koridor 2. Rencana estimasi akan dijalankan bulan Oktober," kata Cito saat dikonfirmasi, Senin, 15 Juni 2026.




