JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Kampoeng Betawi, Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2026, mengeluhkan minimnya jumlah pembeli yang datang ke tenant mereka sejak event berlangsung.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di area Kampoeng Betawi yang berada di sebelah kanan Pintu F Gambir Expo, Selasa (16/6/2026), aktivitas jual beli di sejumlah tenant terlihat belum seramai area utama Jakarta Fair.
Tina (bukan nama sebenarnya), seorang penjaga tenant berusia 25 tahun, mengatakan pengunjung yang datang ke area Kampoeng Betawi masih jauh dari ekspektasi pedagang.
“Sewa tenant di sini Rp 30 juta selama event ini, Mbak. Saya cuma karyawan yang jaga di sini. Total ada sekitar 15 tenant, tapi yang terisi hanya 10 tenant saja,” kata Tina saat ditemui Kompas.com, Selasa.
Baca juga: Tarif Mulai Rp 15.000 per Item, PRJ 2026 Jadi Ladang Cuan bagi Para Jastiper
Menurut dia, banyak pengunjung yang melintas di depan tenant, tetapi hanya sedikit yang benar-benar mampir untuk membeli.
“Ada yang lewat, tapi ya cuma lewat saja. Kalau yang benar-benar mampir sedikit,” ujar dia.
Ia menilai kondisi Jakarta Fair tahun ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Menurutnya, area Gambir sebelumnya dikenal padat pengunjung hingga antrean masuk mengular.
“Sebenarnya dulu area Gambir ini ramai sekali. Pintu Gambir dulu macet, bahkan sempat viral karena tiap hari macet. Orang sampai nunggu satu sampai dua jam buat masuk. Sekarang enggak, datang langsung masuk,” ucap Tina.
Ia menduga kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi daya beli pengunjung.
“Kayaknya sekarang karena faktor ekonomi juga. Orang lagi lesu. Banyak kebutuhan rumah tangga juga. Jadi yang beli paling cuma snack buat dibawa pulang,” katanya.
Selain itu, Tina mengaku sempat mendapat informasi saat persiapan bahwa area Kampoeng Betawi akan dilengkapi wahana permainan untuk menarik pengunjung.
Baca juga: PRJ 2026 Diserbu Jastip, Omzet Tembus Belasan Juta dari Titip Beli Snack dan Fesyen
Namun, hingga kini hal tersebut belum terealisasi.
“Waktu persiapan sempat disampaikan kalau di depan sini bakal ada permainan atau wahana, jadi harapannya ramai. Tapi sekarang belum ada,” tutur dia.