Jakarta (ANTARA) - Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi menyiapkan kebijakan dan program kerja yang strategis dalam rangka menyambut pembangunan Jakarta menjelang usia lima abad.
"Raker ini menjadi momentum penting bagi Bamus Betawi untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang pembangunan Jakarta menjelang usia lima abad," kata Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad di Jakarta, Selasa.
Riano mengatakan, selama dua hari pelaksanaan raker, masing-masing bidang di Bamus Betawi akan menggelar rapat kerja untuk membahas dan merumuskan program-program strategis organisasi sepanjang tahun 2026.
Raker kali ini juga memiliki arti penting karena berlangsung di tengah dinamika status Jakarta pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru saja memutuskan Jakarta tetap berstatus sebagai Ibu Kota Negara hingga Presiden menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, Riano menyebut komitmen Bamus Betawi untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus mendukung berbagai kebijakan yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat silaturahmi dan soliditas keluarga besar Bamus Betawi di tanah Betawi.
"Raker ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat Betawi dalam membangun Jakarta yang inklusif dan modern menuju kota global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal Betawi," ujar Riano.
Riano berharap, forum raker tersebut mampu menghasilkan berbagai program strategis yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Betawi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Jakarta ke depan.
Sebagai organisasi payung yang menghimpun berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi, Bamus menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah aspirasi masyarakat serta mitra strategis Pemda DKI.
Adapun fokus utama organisasi ini adalah menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Betawi, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta di tengah transformasi ibu kota menuju kota global.
Adapun kegiatan yang mengusung tema "Menyongsong Lima Abad Jakarta, Kota Budaya dan Kota Global" itu secara resmi dibuka oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Pemprov DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.
Sejumlah tokoh Betawi dan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo atau Bang Foke, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani, Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni, serta Sekjen DPP Forkabi Syarif Hidayatullah.
Selain itu, Bamus Betawi juga menghadirkan Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Eky Darmayanti, sebagai narasumber utama dalam forum tersebut.
Baca juga: Ketum Bamus sebut Lebaran Betawi 2026 maknai budaya jadi pemersatu
Baca juga: Setahun Pramono–Rano, Bamus Betawi soroti penguatan budaya
"Raker ini menjadi momentum penting bagi Bamus Betawi untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang pembangunan Jakarta menjelang usia lima abad," kata Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad di Jakarta, Selasa.
Riano mengatakan, selama dua hari pelaksanaan raker, masing-masing bidang di Bamus Betawi akan menggelar rapat kerja untuk membahas dan merumuskan program-program strategis organisasi sepanjang tahun 2026.
Raker kali ini juga memiliki arti penting karena berlangsung di tengah dinamika status Jakarta pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru saja memutuskan Jakarta tetap berstatus sebagai Ibu Kota Negara hingga Presiden menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, Riano menyebut komitmen Bamus Betawi untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus mendukung berbagai kebijakan yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat silaturahmi dan soliditas keluarga besar Bamus Betawi di tanah Betawi.
"Raker ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat Betawi dalam membangun Jakarta yang inklusif dan modern menuju kota global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal Betawi," ujar Riano.
Riano berharap, forum raker tersebut mampu menghasilkan berbagai program strategis yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Betawi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Jakarta ke depan.
Sebagai organisasi payung yang menghimpun berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi, Bamus menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah aspirasi masyarakat serta mitra strategis Pemda DKI.
Adapun fokus utama organisasi ini adalah menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Betawi, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta di tengah transformasi ibu kota menuju kota global.
Adapun kegiatan yang mengusung tema "Menyongsong Lima Abad Jakarta, Kota Budaya dan Kota Global" itu secara resmi dibuka oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Pemprov DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.
Sejumlah tokoh Betawi dan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo atau Bang Foke, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani, Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni, serta Sekjen DPP Forkabi Syarif Hidayatullah.
Selain itu, Bamus Betawi juga menghadirkan Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Eky Darmayanti, sebagai narasumber utama dalam forum tersebut.
Baca juga: Ketum Bamus sebut Lebaran Betawi 2026 maknai budaya jadi pemersatu
Baca juga: Setahun Pramono–Rano, Bamus Betawi soroti penguatan budaya





