jpnn.com, PALU - Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di beberapa titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) pasca-insiden tektonik yang mengguncang Sulawesi Tengah.
Pemandangan ini terlihat jelas di beberapa lokasi strategis, di antaranya SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja.
BACA JUGA: Legislator Harap Ada Evaluasi Harga BBM Jika Tren Penurunan Minyak Dunia Konsisten
Warga berbondong-bondong mengamankan pasokan energi untuk kendaraan mereka karena didorong rasa cemas akan situasi pasca-gempa yang tidak menentu.
Di sejumlah SPBU terlihat puluhan mobil dan sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar, tidak lama setelah gempa terjadi, seperti di SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Sisingamangaraja.
BACA JUGA: Komut Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi dan Kelancaran Distribusi BBM di NTT
Warga dengan kendaraan tampak memadati SPBU karena khawatir terkait dengan kemungkinan gempa susulan dan kebutuhan mobilitas darurat.
"Saya langsung menuju SPBU untuk mengisi penuh tangki kendaraan setelah merasakan guncangan gempa cukup kuat," ujar Rahmat Arsyad, salah seorang warga Kota Palu, Selasa (16/6).
Seorang warga lainnya, Akbar Aba, mengaku peningkatan antrean terjadi di sejumlah SPBU yang ia lewati setelah terjadi gempa.
"Banyak kendaraan masuk ke SPBU. Mungkin masyarakat ingin berjaga-jaga supaya kendaraan siap digunakan sewaktu-waktu," kata dia.
Meskipun terjadi lonjakan jumlah konsumen, pelayanan di SPBU tetap normal. Petugas SPBU terlihat mengatur arus kendaraan untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada pukul 10.27 Wita.
Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG juga mencatat puluhan gempa susulan hingga siang hari sehingga masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik serta mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.
Hingga saat ini, sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka dan mempersiapkan kebutuhan darurat, termasuk memastikan ketersediaan bahan bakar untuk kendaraan guna mengantisipasi kemungkinan situasi darurat pasca-gempa.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto mengatakan saat ini akses Jembatan Palu III untuk sementara ditutup karena ada bagian jembatan mengalami masalah setelah diguncang gempa.
Pemkot Palu dan kepolisian setempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan jalur-jalur alternatif.
"Rambu-rambu sudah di pasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas. Kebijakan ini berdasarkan perintah kepala daerah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan," ucapnya.(antara/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




