Palu (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu memindahkan sementara sejumlah pasien ke area halaman rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata dr. Franklin Sinanu di Palu, Selasa malam, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, serta petugas medis di tengah masih terjadinya aktivitas gempa susulan yang dinilai cukup intens.
"Siang tadi kami sempat mulai memindahkan pasien kembali masuk ke ruang, tetapi sore ini sudah dua kali gempa susulan jadi kami melakukan tindakan antisipasi. Kebetulan tenda-tenda juga sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit sebelumnya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit sekitar dua jam setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada pukul 11.27 WITA.
Pihak rumah sakit berkoordinasi dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana untuk memastikan kelayakan gedung sebelum kembali digunakan merawat pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung utama RSUD Undata yang terdiri atas empat lantai masih dinyatakan layak digunakan.
Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat ringan dan terjadi pada dua ruangan sehingga puluhan pasien sempat dikembalikan ke ruang perawatan masing-masing.
Namun, karena gempa susulan masih terus terjadi hingga Selasa sore dan malam, manajemen rumah sakit memutuskan untuk kembali mengevakuasi pasien ke area yang lebih terbuka.
Menurut Franklin, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat sebagian pasien dirawat di lantai atas gedung yang akan sulit dievakuasi secara cepat apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
"Contohnya gedung di belakang kita ini ada gedung empat lantai. Pasien di lantai empat dan lantai tiga akan kesulitan bila terjadi gempa yang kuat atau lebih kuat lagi. Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang yang kita lihat ini dan ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," katanya.
Ia menyebutkan jumlah pasien yang saat ini menjalani perawatan sementara di luar gedung sebanyak 44 orang.
Meski demikian, pelayanan kesehatan di RSUD Undata tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hingga saat ini seluruh pasien yang dievakuasi dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Baca juga: RSUD Undata siapkan layanan kedaruratan untuk korban gempa Poso
Baca juga: BNPB: Seorang warga Sigi dilaporkan meninggal akibat gempa di Sulteng
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata dr. Franklin Sinanu di Palu, Selasa malam, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, serta petugas medis di tengah masih terjadinya aktivitas gempa susulan yang dinilai cukup intens.
"Siang tadi kami sempat mulai memindahkan pasien kembali masuk ke ruang, tetapi sore ini sudah dua kali gempa susulan jadi kami melakukan tindakan antisipasi. Kebetulan tenda-tenda juga sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit sebelumnya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit sekitar dua jam setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada pukul 11.27 WITA.
Pihak rumah sakit berkoordinasi dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana untuk memastikan kelayakan gedung sebelum kembali digunakan merawat pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung utama RSUD Undata yang terdiri atas empat lantai masih dinyatakan layak digunakan.
Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat ringan dan terjadi pada dua ruangan sehingga puluhan pasien sempat dikembalikan ke ruang perawatan masing-masing.
Namun, karena gempa susulan masih terus terjadi hingga Selasa sore dan malam, manajemen rumah sakit memutuskan untuk kembali mengevakuasi pasien ke area yang lebih terbuka.
Menurut Franklin, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat sebagian pasien dirawat di lantai atas gedung yang akan sulit dievakuasi secara cepat apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
"Contohnya gedung di belakang kita ini ada gedung empat lantai. Pasien di lantai empat dan lantai tiga akan kesulitan bila terjadi gempa yang kuat atau lebih kuat lagi. Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang yang kita lihat ini dan ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," katanya.
Ia menyebutkan jumlah pasien yang saat ini menjalani perawatan sementara di luar gedung sebanyak 44 orang.
Meski demikian, pelayanan kesehatan di RSUD Undata tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hingga saat ini seluruh pasien yang dievakuasi dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Baca juga: RSUD Undata siapkan layanan kedaruratan untuk korban gempa Poso
Baca juga: BNPB: Seorang warga Sigi dilaporkan meninggal akibat gempa di Sulteng





