tvOnenews.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat dan praktis, layanan pinjaman online atau pinjol semakin diminati.
Hanya bermodal ponsel dan koneksi internet, seseorang bisa memperoleh dana dalam hitungan menit tanpa perlu mendatangi kantor lembaga keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui praktik pinjaman online ilegal.
Fenomena pinjol ilegal masih menjadi perhatian serius pemerintah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) terus menemukan dan menutup ribuan platform pinjaman ilegal yang beroperasi tanpa izin.
Hingga beberapa tahun terakhir, jumlah entitas keuangan ilegal yang telah dihentikan operasinya mencapai ribuan platform, menunjukkan bahwa ancaman ini masih sangat nyata bagi masyarakat.
Masalahnya, banyak korban baru menyadari bahaya pinjol ilegal setelah mengalami teror penagihan, penyebaran data pribadi, hingga kerugian finansial yang sulit dipulihkan.
Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko yang mengintai sebelum memutuskan mengajukan pinjaman secara daring.
Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L. Tobing, pengaduan terkait pinjol ilegal pernah mengalami peningkatan signifikan hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang terjebak oleh iming-iming pencairan dana cepat tanpa memahami konsekuensinya.
Melansir dari berbagai sumber, berikut bahaya pinjol ilegal yang harus diwaspadai:
Pinjaman online ilegal tidak hanya menimbulkan masalah keuangan. Dampaknya bisa meluas hingga mengganggu kesehatan mental, privasi, dan kehidupan sosial korban.
1. Bunga dan Denda Tidak Masuk Akal
Salah satu ciri paling umum dari pinjol ilegal adalah penerapan bunga yang sangat tinggi dan tidak transparan. Berbeda dengan penyelenggara pinjaman legal yang wajib mengikuti ketentuan regulator, pinjol ilegal sering menetapkan bunga dan denda sesuka hati.
Bahkan, dalam banyak kasus, total tagihan dapat meningkat berkali-kali lipat hanya dalam beberapa minggu. Korban yang awalnya meminjam ratusan ribu rupiah bisa menghadapi kewajiban pembayaran hingga jutaan rupiah.
2. Teror Penagihan yang Mengintimidasi
Kepala Kantor OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, pernah mengingatkan bahwa salah satu risiko terbesar pinjol ilegal adalah metode penagihan yang tidak manusiawi.




