JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau BEM UGM Tahun 2025 Tiyo Ardianto mendapat serangan balik dari Aliansi BEM Bersatu.
Tiba-tiba kelompok Aliansi BEM Bersatu muncul ke publik menyoroti mobil yang dimiliki Tiyo Ardianto, yang diungkap ke publik oleh jebolan Omah Dongeng Marwah itu karena mobil itu dipasangi alat pelacak dan alat sadap.
Juru Bicara BEM Fakultas Bersatu, Rahmat Djimbula menyampaikan pernyataan sikap, yaitu menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis.
“Kami, BEM Fakultas Bersatu, menolak segala bentuk pergerakan mahasiswa yang dipengaruhi kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus selalu menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” jelasnya kepada media.
BACA JUGA:Tiyo Ardianto Diteror Bertubi-tubi, Usai Alat Pelacak Kini Diserang Alat Sadap saat Hendak OTW Makassar
Mereka menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, yang ditandai dengan kurangnya riset, lemahnya argumentasi, serta tuntutan yang tidak jelas.
“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah gerakan tersebut masih benar-benar berpihak kepada rakyat atau justru telah disusupi agenda tertentu. Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi dasar penilaian kami,” ucapnya.
BACA JUGA:Apa Itu PBX Finder? Alat Pelacak yang Meneror Tiyo Ardianto Usai Aksi Mahasiswa di Gejayan
Pertama, kata dia, mereka mempertanyakan prioritas isu yang diangkat.
Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat, perhatian justru diarahkan pada isu-isu yang bukan merupakan urgensi utama.
“Sementara itu, program makan gratis yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meskipun perbaikan regulasi dan aturan pelaksanaannya memang masih diperlukan,” jelasnya.
BACA JUGA:Penangkapan Dadan Hindayana Cs Disebut Hanya Pindahkan Medan Konflik, Tiyo Ardianto Singgung Kambing Hitam
Kedua, pihaknya mulai menyinggung soal mobil Toyota Fortuner milik Tiyo Ardianto.
Mobil tersebut dituding merupakan milik sosok yang terafiliasi dengan tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
“Kami melihat adanya indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan tersebut. Salah satu koordinator aksi, Tio Ardianto, diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakan dalam aksi tersebut diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik dari Letjen TNI (Purn.) Setio Sularso, yang disebut sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024,” ucapnya.
- 1
- 2
- »





