Kualitas udara Jakarta peringkat dua terburuk di dunia

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB, masuk peringkat dua terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 175 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 berkonsentrasi 88,5 mikrogram per meter kubik. Kondisi itu menjadikan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

Masyarakat pun dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan, atau jika berada di luar ruangan, dianjurkan untuk menggunakan masker.

Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 382. Kemudian di urutan ketiga diikuti Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 163, dan di urutan keempat diikuti Santiago, Chili dengan indeks kualitas udara di angka 153.

Baca juga: Warga disarankan pakai masker, udara Jakarta tak sehat Sabtu pagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Baca juga: Kamis, kualitas udara Jakarta terburuk ketiga di dunia

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Baca juga: BMKG sebut suhu udara Jakarta terasa lebih gerah

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Turun ke Level 6.220 Kamis Sore
• 16 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Gubernur Sulsel Bagikan Uang Tunai ke Sejumlah Haji Kloter 21
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
INET Gelar Tender Offer Saham Emiten Outsourcing (PADA)
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Orang Ini Cuma Butuh 90 Menit Dapat 6,4 Juta Pengikut, Cek Alasannya
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Waspada, Dampak Kekerasan pada Anak Bisa Seumur Hidup! Kenali Bentuk, Tanda, dan Cara Mencegahnya
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.