Wapres Gibran Ajak Seluruh Pelajar dan Guru di Indonesia Kuasai AI, Ini Alasannya

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak seluruh pelajar dan guru di Indonesia untuk menguasai teknologi artificial intelligence (AI) guna menghadapi transformasi digital yang masif.

"Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," kata Gibran dalam unggahan video di akun media sosial Instagram resmi, yang dikutip di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga :
China Pangkas 12.000 Jurusan Kuliah Gara-gara AI, Ini Daftar Gelar Sarjana yang Tetap Dicari di Dunia Kerja
Gibran Ngaku Senang Dikritik Mahasiswa: Saya Sadar Masih Banyak Minus-minusnya

​Gibran menjelaskan dunia saat ini sedang berubah dengan sangat cepat dari yang semula berfokus pada literasi baca tulis menjadi literasi digital.

Ilustrasi guru honorer mengajar di pelosok
Photo :

Menurut dia, puncak dari transformasi digital global tersebut ditandai dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI).

​Wapres menekankan kepada para pelajar bahwa AI harus dipandang sebagai alat untuk mempercepat proses pembelajaran, bukan media yang memicu kemalasan.

Gibran mengibaratkan teknologi ini seperti asisten pribadi yang mempermudah pencarian data, penguasaan bahasa asing, hingga penyederhanaan rumus matematika yang rumit.

​Kendati demikian, dia mengingatkan agar penguasaan kecerdasan buatan tidak sampai menghilangkan daya kritis generasi muda.

Wapres meminta pemanfaatan teknologi baru tersebut tetap ditujukan untuk memicu kreativitas serta mempertahankan kemampuan berpikir mandiri.

​"Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja," ujar Gibran.

​Lebih lanjut, Gibran menilai penguasaan teknologi menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, dia juga meminta para guru dan orang tua tidak menyerah atau canggung dalam meningkatkan kemampuan diri menghadapi laju teknologi.

​Wapres memaparkan pemanfaatan AI yang bijak dapat memangkas beban administratif para guru di sekolah. Melalui teknologi ini, tenaga pendidik dapat lebih mudah menyusun pertanyaan ujian, menyajikan materi yang menarik, serta memberikan contoh kasus yang aplikatif bagi murid.

​Gibran juga menitipkan pesan krusial mengenai pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai integritas dalam menggunakan AI agar tidak disalahgunakan untuk menyebar hoaks, plagiarisme, maupun pelanggaran privasi.

Ilustrasi pelajar.
Photo :
  • i3L.

Wapres menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan readiness assessment methodology dari UNESCO untuk mengukur kesiapan tata kelola AI nasional di masa depan.

Baca Juga :
AI Bisa Jadi Guru di Dunia Kerja
TV AI Makin Cerdas, Kini Bisa Bedakan Suara Pengguna
Tunjangan Guru Non ASN Naik, DPR Ingatkan Pemerintah soal Sarana-Prasarana Pendidikan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos: Sekolah Rakyat Butuh Tambahan Guru, Rekrut 5 Ribu Tenaga Baru Tahun Ini
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Respons Cepat TNI AL, Satgas Bencana dan Tim Medis Tiba di Sigi
• 2 jam lalutribuntimur.com
thumb
Ditanya Wartawan soal Motor Listrik MBG, Kepala BGN Nanik Bergegas Tinggalkan DPR
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Jatuh 5 Persen, Pasar Sambut Rencana Buka Selat Hormuz
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Fakta Menarik Irak vs Norwegia: Pertemuan Perdana di Piala Dunia 2026, Tiket Fase Gugur Jadi Taruhan
• 21 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.