JAKARTA, KOMPAS.com - Hendri Perkasa (48), orangtua dari salah satu anak yang diduga dianiaya Ketua RW 011 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, AB, menyebut pelaku sempat menyangkal telah melakukan kekerasan terhadap anak-anak.
Menurut Hendri, penyangkalan itu terjadi saat keluarga korban bersama warga mendatangi rumah Ketua RW untuk meminta klarifikasi tak lama usai kejadian, Senin (15/6/2026) malam.
“Awalnya beliau menyangkal dan mengatakan tidak ada pemukulan. Namun setelah kami membawa anak-anak korban dan mendesaknya untuk menjelaskan, baru lah beliau mengakui perbuatannya dan meminta maaf,” kata Hendri saat ditemui di Kampung Sawah, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Ketua RW di Cilincing Jakut Dilaporkan Aniaya 5 Anak, Kronologi Berawal dari Teguran Malam Hari
Hendri menilai, sikap AB yang tidak langsung mengakui perbuatannya justru memperkeruh situasi.
“Kalau sejak awal beliau mengakui kesalahan dan meminta maaf, mungkin persoalannya bisa berbeda. Tapi yang terjadi, beliau melakukan pemukulan lalu sempat tidak mengakuinya,” ujar dia.
Hal senada disampaikan Ketua RT 07/RW 11, Hermanto, yang turut hadir dalam mediasi malam itu.
Menurut dia, pengakuan dari Ketua RW baru muncul setelah keluarga korban dan warga terus mendesak.
“Menurut saya, kalau dari awal beliau mengakui dan meminta maaf, mungkin situasinya tidak akan berkembang sejauh ini. Namun pada awalnya beliau tidak mengakui, baru setelah didesak oleh warga dan keluarga korban,” kata Hermanto.
Sekitar 10 hingga 15 warga mendatangi rumah Ketua RW untuk mendampingi keluarga korban.
Mediasi malam itu berlangsung lebih dari satu jam hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Meski sempat ada permintaan maaf, keluarga korban tetap memilih menempuh jalur hukum.
“Kami sebenarnya berharap ada tanggung jawab dari pihak pelaku, tetapi keluarga korban tetap memilih menempuh jalur hukum,” ujar Hermanto.
Baca juga: Kondisi 5 Anak yang Dianiaya Ketua RW di Jakut, Mata Lebam dan Kepala Benjol
Dugaan penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.40 WIB ketika lima anak berada di dalam rumah salah satu keluarga di Kampung Sawah.
Awalnya, anak-anak tersebut sedang berkumpul di depan rumah sambil bermain gim dan melakukan siaran langsung TikTok. AB sempat menegur mereka untuk membubarkan diri.
Setelah ditegur, dua dari tujuh anak pulang. Sementara lima anak lainnya tetap berada di rumah tersebut karena mereka merupakan keluarga dan berencana menginap bersama.
Tak lama kemudian, AB diduga keluar dari jendela rumah sambil membawa sebatang kayu dan melemparkannya ke arah genteng rumah.





