Harga Emas Menguat, Optimisme Damai AS-Iran Redakan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia naik pada Selasa (16/6/2026), seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Harga Emas Menguat, Optimisme Damai AS-Iran Redakan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Selasa (16/6/2026), seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) tahun ini setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menekan harga minyak serta mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi.

Harga emas spot naik 0,52 persen menjadi USD4.331,28 per troy ons. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:
IHSG Mulai Rebound, Pasar Dinilai Masih Butuh Katalis Tambahan

Kesepakatan sementara yang diumumkan Presiden AS Donald Trump akan memperpanjang gencatan senjata rapuh yang sebelumnya disepakati pada April selama 60 hari tambahan.

Kesepakatan tersebut juga membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari.

Baca Juga:
B50 Bakal Dijual ke Pasar Mulai 1 Juli Mendatang, Bahlil Klaim Lebih Baik dari B40

"Yang mendukung pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek kesepakatan antara AS dan Iran terkait penghentian perang," kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger, dikutip Reuters.

"Apa yang kami lihat akibat perkembangan tersebut adalah suku bunga jangka pendek turun, harga energi melemah, dan kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini menjadi lebih kecil," ujarnya.

Baca Juga:
Morgan Stanley dan Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak di Bawah USD100 per Barel

Harga minyak mentah Brent turun di bawah USD80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5 persen pada Senin menyusul pengumuman kesepakatan sementara tersebut.

Pasar kini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 60 persen, dari sekitar 70 persen pada pekan lalu, berdasarkan perangkat CME FedWatch.

Harga emas sebelumnya mendapat tekanan akibat perang AS-Israel dengan Iran, karena lonjakan harga minyak meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tertekan dalam kondisi suku bunga tinggi.

Pelaku pasar kini menantikan serangkaian pertemuan bank sentral pada pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, yang menjadi keputusan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed baru Kevin Warsh.

Sementara, harga perak spot naik 0,3 persen menjadi USD70,22 per ons. Harga platinum menguat 2,8 persen menjadi USD1.816,65 per ons, sementara paladium naik 0,7 persen menjadi USD1.358,06 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR RI Kecam Keras Penganiayaan PMI di Malaysia, Minta Kemlu Lobi Pelaku Dihukum Berat
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Pemkab Sigi Percepat Distribusi Bantuan dan Tenda Darurat Pascagempa M 6,7
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Antisipasi Gejolak Ekonomi, Dupoin Futures Kenalkan Perdagangan Berjangka sebagai Alternatif Hedging di PRJ 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Trevoh Chalobah dipanggil Inggris gantikan Tino Livramento yang cedera
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kesendirian dan Kesunyian sebagai Ruang Refleksi Diri
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.