BGN Manfaatkan Libur Sekolah untuk Rombak Total MBG, Penerima Manfaat Bakal Ditata Ulang

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan pembenahan besar-besaran terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari audit dapur hingga penataan ulang penerima manfaat agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan penghentian sementara penyaluran MBG selama peserta didik menjalani masa liburan sekolah.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan periode libur sekolah menjadi kesempatan bagi lembaganya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang selama ini berjalan.

Menurutnya, seluruh dapur penyedia MBG akan diaudit guna memastikan kualitas layanan dan kesiapan operasional saat program kembali dijalankan pada tahun ajaran baru.

"Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini. Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik, lebih rapi," kata Agustina usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Agustina membenarkan penghentian distribusi MBG hanya berlangsung selama masa libur sekolah berlangsung.

"Iya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi," ujarnya.

Tak hanya melakukan audit dapur, BGN juga menyiapkan reformasi internal yang mencakup penguatan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga perbaikan sistem data penerima manfaat.

Menurut Agustina, akurasi data menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan agar bantuan gizi benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

"Kami akan melakukan transformasi, mulai dari SDM, tata kelola, hingga data. Tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas," katanya.

Dalam proses pembenahan tersebut, BGN mulai menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang telah memiliki basis data masyarakat penerima bantuan.

Langkah itu dilakukan untuk menyempurnakan data penerima manfaat sebelum program kembali disalurkan setelah libur sekolah berakhir.

Selain pembenahan tata kelola, BGN juga menyiapkan kebijakan penajaman sasaran penerima manfaat atau refocusing agar intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga: Terlanjur Dibeli Pakai Uang Negara, Motor Listrik Warisan Mantan Kepala BGN Akan Dimanfaatkan

Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara dengan memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan dukungan gizi.

Agustina menegaskan fokus utama yang sedang dibenahi saat ini adalah ketepatan sasaran penerima manfaat, sedangkan penataan dapur merupakan bagian dari penyesuaian lanjutan terhadap kebijakan tersebut.

"Kita bicaranya penerima manfaat dulu, baru dampaknya ada dapur dan sebagainya. Kita akan tata ulang," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Politik Transaksional dan Problem Struktur Demokrasi Indonesia
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tinggal Selangkah Lagi, Kylian Mbappe Dekati Rekor Gol Piala Dunia Milik Klose
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Pemerintah Dorong Koperasi Pesantren Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Iran Minta Israel Terikat Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Penerimaan OJK Diproyeksikan Tembus Rp 9,22 Triliun pada 2027
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.