Pantau - Kiper Timnas Senegal Edouard Mendy menilai timnya gagal menjalankan rencana permainan pada babak kedua sehingga harus menelan kekalahan 1-3 dari Prancis dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu dini hari WIB.
Senegal sebenarnya mampu menahan imbang tanpa gol Prancis pada babak pertama dan mengimbangi permainan tim lawan.
Namun performa Senegal menurun setelah turun minum sehingga Prancis berhasil mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup I.
Babak Kedua Tidak Berjalan Sesuai RencanaMendy mengatakan Senegal tidak mampu meningkatkan kualitas permainan ketika memasuki babak kedua.
"Kami seharusnya bisa meningkatkan level permainan pada babak kedua dan lebih tajam dalam menyerang. Kami hanya mampu melakukannya secara sporadis. Padahal, ketika melawan tim seperti ini (Prancis-red), kami harus lebih teliti dan tidak membuat kesempatan," ungkap Mendy seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Prancis berhasil memecah kebuntuan melalui gol Kylian Mbappe.
Tim asuhan Didier Deschamps kemudian menambah keunggulan lewat Bradley Barcola.
Senegal sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Ibrahim Mbaye.
Meski sempat membuka peluang menyamakan kedudukan, Senegal kembali kebobolan setelah Mbappe mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut.
Fokus Hadapi Norwegia dan IrakMendy menegaskan kekalahan pada laga pertama bukan akhir perjalanan Senegal di Piala Dunia 2026.
"Pertandingan pertama sudah berlalu, kami harus belajar darinya dan mengalihkan perhatian kami ke Norwegia," katanya.
Hasil tersebut membuat Senegal berada di dasar klasemen sementara Grup I tanpa poin.
Senegal masih memiliki dua pertandingan tersisa pada fase grup melawan Norwegia dan Irak.
Sementara itu, Prancis memimpin klasemen Grup I setelah meraih tiga poin dari kemenangan atas Senegal.
Ilustrasi yang menyertai berita menampilkan grafik pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Senegal di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.




