Terjadi Rata-Rata 67 Gempa Susulan Tiap 3 Jam Usai Gempa Palu Magnitudo 6,7

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas tektonik di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih tinggi pascagempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026). 

Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 08.30 Wita, BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 466 gempa bumi susulan.

Secara rata-rata, gempa susulan terjadi sebanyak 67 kali dalam setiap rentang waktu tiga jam. Frekuensi tertinggi tercatat pada hari Selasa (16/6/2026) sore antara pukul 16.27 Wita hingga 19.27 Wita, dengan jumlah mencapai 84 kali gempa.

Kendati demikian, otoritas pemantau cuaca dan iklim tersebut mengonfirmasi adanya tren penurunan intensitas kegempaan dalam beberapa jam terakhir

"Sementara dalam tiga jam terakhir, frekuensi gempa susulan telah berkurang jadi sebanyak 47 kali gempa," tulis BMKG melalui akun resminya, Rabu (17/6/2026).

Dari total ratusan gempa susulan yang terjadi, BMKG menyatakan mayoritas gempa memiliki magnitudo kecil dan tidak dirasakan oleh masyarakat. Tercatat hanya 25 gempa susulan yang getarannya dapat dirasakan secara nyata. 

Baca Juga

  • BMKG Deteksi 71 Gempa Susulan Usai Gempa Palu 6,7 Magnitudo
  • Gempa Palu 6,7 Magnitudo, Gubernur Sulteng: Keselamatan Masyarakat Prioritas
  • Pemkab Sigi Percepat Distribusi Bantuan dan Tenda Darurat Pascagempa M 6,7

Berdasarkan data teknis, magnitudo terbesar dari gempa susulan tersebut berada di angka 5,2, sedangkan kekuatan terkecil tercatat bermagnitudo 1,3.

Dari sisi pemetaan geologi, sebaran episenter gempa susulan ini terkonsentrasi di sekitar empat sesar aktif yang terletak di wilayah tenggara Kota Palu. Adapun mayoritas pergerakan tanah terfokus pada Sesar Palolo dan Sesar Sausu.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026), terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT. 

Lokasi tersebut tepatnya berada di darat, berjarak 42 kilometer arah tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman hiposenter yang cukup dangkal yakni 10 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," ujar Wijayanto.

Merespons peristiwa ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau disinformasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Sebelum kembali ke dalam rumah, warga diharapkan memeriksa dan memastikan struktur bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa serta tidak mengalami kerusakan struktural yang membahayakan kestabilan bangunan," terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Dunia 2026 Prancis vs Senegal 3-1: Mbappe Brace, Mane Melongo
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
AKBP Verena Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Polisi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Zodiak yang Paling Boros dan Sulit Menabung
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pertalite untuk Motor Dibatasi Maksimal Rp50 Ribu? Begini kata Pertamina dan Kementerian ESDM
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66 Triliun: Buat Belanja Pegawai dan Pengamanan Pemilu 2029
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.