Rupiah Stay pada Level Rp17.738, Investor Asik Berburu Aset Safe Haven

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi, 17 Juni 2026. 
 
Berdasarkan data pasar spot Investing hingga pukul 09.05 WIB, rupiah melemah ke level Rp17.738 per dolar AS, mencerminkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah dinamika pasar global.
 
Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS yang masih bertahan di level tinggi. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat berada di posisi 99,280, menunjukkan daya tarik mata uang Negeri Paman Sam yang tetap kuat di pasar internasional.
  Baca juga:  Penguatan Rupiah Bergantung pada Kinerja Ekspor dan Industrialisasi
Tekanan terhadap rupiah juga terlihat saat dibandingkan dengan sejumlah mata uang utama dunia.  Terhadap euro, rupiah bertahan di level Rp20.554 per euro, sementara terhadap won Korea Selatan, mata uang Indonesia tercatat melemah sekitar 0,31 persen.
Meski demikian, rupiah masih mampu menunjukkan ketahanan terhadap beberapa mata uang regional. 

Dolar Singapura tercatat melemah tipis 0,01 persen terhadap matat uang rupiah menjadi Rp13.839,02, sementara itu, ringgit Malaysia turun 0,05 persen ke level Rp4.359,51. Baht Thailand juga terkoreksi 0,08 persen menjadi Rp545,19.
 
Penguatan rupiah yang lebih terlihat terjadi terhadap yen Jepang. Mata uang Negeri Sakura tersebut turun sekitar 0,29 persen sehingga berada di level Rp110,27 per yen.  Kondisi ini menunjukkan pergerakan mata uang Asia yang masih beragam di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi global.
 
Di tengah pelemahan sejumlah mata uang, harga emas dunia justru melanjutkan tren kenaikan. Emas spot (XAU/USD) tercatat naik 11,30 poin atau 0,26 persen ke level USD4.342,53 per troy ons pada pukul 09.06 WIB. Kenaikan tersebut mengindikasikan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian pasar keuangan global.
 
Pelaku pasar saat ini masih menantikan sejumlah sentimen penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dan aset keuangan lainnya. Kebijakan suku bunga bank sentral global, perkembangan ekonomi Amerika Serikat, serta rilis data ekonomi domestik diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam perdagangan hari ini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kantor Bupati Sigi Rusak Imbas Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Anung Menawarkan Investasi MRT Jakarta Fase 3 dan 4 kepada Singapura saat Bertemu Lawrence Wong
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Gempa M 6,7 Sulteng: 312 Jiwa Terdampak, 1 Tewas
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dari Tulang Ikan Cucut, Warga Cilincing Raup Puluhan Juta dan Beli Rumah
• 6 jam lalukompas.com
thumb
4 Penyelundupan Narkoba di Lapas-Rutan Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan di Organ Intim
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.