Istana: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, dan C, Insentifnya Tak Lagi Sama

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengatakan, ke depannya, akan ada pembagian kelas untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Qodari menyebut, kelas-kelas itu akan menentukan perbedaan insentif yang diterima oleh suatu dapur MBG.

Dapur MBG dengan kualitas lebih baik akan mendapatkan kelas A sekaligus insentif lebih besar.

"Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG. Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya. Jadi angka insentifnya tidak akan sama," ujar Qodari dalam keterangan Bakom, Rabu (17/6/2026).

Baca juga: Keluar dari Istana Wapres, 15 Mahasiswa Beri Gibran Tenggat 5x24 Jam Penuhi Tuntutan

Adapun penataan dapur MBG ini dilakukan pemerintah dengan memanfaatkan masa libur sekolah.

Kegiatan operasional dapur MBG dihentikan sementara selama masa libur sekolah.

Pemerintah pun melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Menurut Qodari, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan SPPG dalam penyediaan MBG untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Dan karena masa liburnya cukup panjang jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," tuturnya.

Qodari menyebut, mereka turut mengevaluasi rutin kualitas SPPG, seperti kondisi fasilitas, proses masak, standar kebersihan dan kesehatan, hingga kualitas pangan terus berjalan.

Baca juga: Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair pada Akhir Juni 2026

Sementara itu, Qodari mengungkapkan, BGN juga telah menyiapkan berbagai langkah lain untuk meningkatkan tata kelola program MBG.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Misalnya seperti moratorium pembangunan SPPG baru, hingga penghitungan ulang insentif untuk SPPG.

"Karena SPPG yang sudah ada dirasakan mungkin sudah mencukupi dan akan ditata ulang. Jadi fokus kepada SPPG yang sudah operasional," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Fair 2026 Jadi Berkah Ekonomi bagi Warga Kemayoran
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Artholic Studio Lolos P2MW 2026, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Bidik KMI Expo
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengapa Kejujuran terhadap Diri Sendiri itu Penting?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Dijamin Mood Naik! Intip 6 Soundtrack Drama Korea yang Cocok Temani Aktivitas Harian
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Anak Sering Gumoh atau Sembelit? Bisa Jadi Gejala Alergi Susu Sapi
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.