jpnn.com - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengingatkan BEM Bersatu tak membuat tuduhan macam-macam menyikapi demonstrasi mahasiswa yang dilakukan pada Senin (12/6) kemarin.
"Iya, jangan main-main tuduh," kata Guntur kepada awak media dikutip Rabu (17/6).
BACA JUGA: BEM Bersatu Menduga Tiyo Ardianto Terafiliasi Jaringan Politik, Nama Pensiunan Jenderal TNI Terseret
Diketahui, BEM Bersatu dalam konferensi pers Selasa (16/6) kemarin mengaitkan PDIP sebagai pihak yang menunggangi gerakan mahasiswa.
Mereka menyinggung aktor demonstrasi mahasiswa, yakni eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto ketika menuduh PDIP menunggangi gerakan massa.
BACA JUGA: IKA BEM Nusantara Sowan Jokowi di Solo, Ini Agendanya
BEM Bersatu mengungkit mobil yang ditumpangi Tiyo yang terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
BEM Bersatu lantas mengungkap status Setyo sebagai besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
BACA JUGA: Ada Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan
Adapun, Ganjar adalah politikus dari PDI Perjuangan dan sempat diusung partai yang sama pada Pilpres 2024.
BEM Bersatu juga mengaitkan kehadiran politisi PDI Perjuangan Andi Widjajanto di tengah demonstrasi mahasiswa, sehingga mengaitkan aksi massa ditunggangi kepentingan partai.
Menurut Guntur, langkah BEM Bersatu mengaitkan PDIP membuat pihak lain bisa melontarkan pertanyaan.
Semisal, ujar dia, asal dana BEM Bersatu ketika menggelar konferensi pers yang dilakukan di sebuah tempat hanya untuk melontarkan tuduhan terkait demonstrasi mahasiswa.
"Nanti juga akan bertanya, darimana dana BEM Bersatu itu bikin konferensi pers? Tempat dan konsumsi nyewa juga, kan," kata Guntur.
Dia mengatakan fokus BEM Bersatu seharusnya soal dasar kritik mahasiswa dalam demonstrasi, bukan mengaitkan ke unsur lain.
"Sekarang fokus saja, apa kritik-kritik mahasiswa itu berdasar apa tidak? Kritik soal MBG, KDMP, pelemahan rupiah, harha BBM naik, harga-harga bahan pokok, soal supremasi sipil dan lainnya adalah faktual dan jeritan dari rakyat," katanya.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




