Bedah Buku “Menelusuri Nasab dan Keturunan Datu Halia di Manipi” Angkat Identitas Budaya dan Sejarah Lokal

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah kegiatan bedah buku Menelusuri Nasab dan Keturunan Datu Halia di Manipi karya Andi Marjuni Kahar Arjuni. Kegiatan yang berlangsung di Aula Mattulada FIB Unhas, Rabu (17/6/2026), menghadirkan sejumlah akademisi, budayawan, dan pemerhati sejarah untuk mendiskusikan nilai-nilai kesejarahan, budaya, serta identitas yang terkandung dalam buku tersebut.

Acara yang diselenggarakan Perhimpunan Silaturahmi Keturunan Wija Puatta La Patau Matanna Tikka (PUSAKA) Trah Datu Halia ini menghadirkan Prof Muhlis Hadrawi dan Dr Andi Suriadi Mappangara sebagai pembicara, dengan Dr Suriadi Culla bertindak sebagai moderator.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FIB Unhas, Prof Andi Muhammad Akhmar, para akademisi, budayawan, keturunan Datu Halia, serta sejumlah pemerhati sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan.

Prof Akhmar menegaskan, buku yang dibedah merupakan karya kebudayaan yang penting karena mengangkat sejarah, asal-usul, serta identitas masyarakat.

“Buku yang kita diskusikan ini adalah buku kebudayaan, buku tentang sejarah dan asal-usul. Selain menelusuri garis keturunan, buku ini juga mengukuhkan identitas kebudayaan kita, identitas yang menunjukkan siapa diri kita. Karena itu, karya seperti ini sangat penting untuk didiskusikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kajian sejarah yang termuat dalam buku ini butuh dikritik baik sumber dan kritik teks, khususnya terhadap naskah-naskah lontara yang memuat sejarah kerajaan serta silsilah keturunan.

Menurutnya, penelitian sejarah menuntut penelaahan terhadap naskah asli maupun salinan, kemudian membandingkan berbagai sumber untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam penelitian sejarah, sumber-sumber lontara dibandingkan satu sama lain untuk melihat kesesuaian data. Selain sumber tertulis, sumber lisan seperti cerita rakyat juga menjadi bagian penting yang saling melengkapi dalam merekonstruksi sejarah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Andi Mandasini, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap diskusi dan publikasi karya-karya sejarah semacam ini terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga pada kesempatan berikutnya Ibu Bupati dapat hadir secara langsung. Buku seperti ini menjadi sumber informasi yang melengkapi khazanah sejarah dan budaya Sinjai. Tanpa upaya pendokumentasian seperti ini, banyak warisan sejarah yang berpotensi hilang,” katanya.

Mandasini menambahkan, pengungkapan sejarah dan silsilah tokoh-tokoh lokal tidak hanya penting sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat.

“Selain menjadi referensi sejarah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas kebudayaan, kesadaran sejarah, dan ikatan trah keturunan. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menjadi perekat dan pemersatu masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta diajak memahami lebih jauh jejak sejarah Datu Halia di Manipi serta pentingnya pelestarian sumber-sumber sejarah lokal.

Upaya tersebut untuk menjaga identitas budaya sekaligus merawat memori kolektif masyarakat Sulawesi Selatan agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sulteng Dihantam Gempa Bumi Dahsyat, Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditanya Wartawan soal Motor Listrik MBG, Kepala BGN Nanik Bergegas Tinggalkan DPR
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Elza Syarief Pastikan Kasus Sony Sonjaya Gelap: Palingan Sidang-sidang Gitu Aja
• 4 jam laludisway.id
thumb
Link Pendaftaran Kerja Padat Karya Pemprov DKI Buat Ribuan Lowongan, Syarat KTP Jakarta Usia Maksimal 59 Tahun
• 7 jam laludisway.id
thumb
HUT ke-499 Jakarta, Wisata Gratis dan Tarif Transportasi Rp 1 Selama Tiga Hari
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.