Piagam Madinah dan Contoh Teladan Toleransi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada masa Nabi Muhammad SAW, kondisi umat Islam mulai membaik sejak peristiwa hijrah dari Makkah ke Yastrib (Madinah). Di sana, Rasulullah SAW diangkat menjadi pemimpin masyarakat yang majemuk, di samping pembimbing kaum Muslimin. Sejak saat itu, beliau dapat lebih aktif menerapkan syariat Islam, termasuk dalam hal toleransi.

Setelah menyatukan kaum Anshar dan Muhajirin dalam ikatan persaudaraan dan iman, Rasulullah menjalankan Piagam Madinah. Perjanjian itu mengakomodasi kepentingan bukan hanya umat Islam, melainkan juga kaum Yahudi dan penyembah berhala yang tinggal di kota tersebut. Tujuannya, agar masing-masing komunitas dapat hidup berdampingan secara damai dan saling tolong menolong.

Baca Juga
  • Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk 2027
  • Digitalisasi Bansos Diperluas, Potensi Efisiensi Capai Rp 260 Triliun
  • Kisah Haru Arung Gantikan Porsi Haji Sang Ayah yang Meninggal

Namun, mulai muncul upaya-upaya untuk merusak Piagam Madinah. Contohnya adalah satu peristiwa yang kemudian menjadi asbabun nuzul surah al-Baqarah ayat ke-256. Hamka menerangkan, Bani Nadhir berkali-kali melanggar poin-poin penting dalam Piagam Madinah. Bahkan, suku yang mayoritasnya Yahudi itu terbukti berencana membunuh Nabi SAW. Oleh karena itu, Bani Nadhir diusir dari Madinah.

Namun, kaum Muslimin terkendala suatu tradisi setempat yang sudah berlaku sebelum kedatangan Islam. Saat kota itu masih bernama Yastrib, penduduk setempat merasa kehidupannya lebih jahil daripada komunitas Yahudi. Mereka mengagumi kepandaian kaum cendekiawan Yahudi dalam mendidik generasi penerus. Oleh karena itu, sebagian dari mereka menitipkan anak-anaknya untuk dididik dengan cara-cara Yahudi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sekarang, anak-anak kaum Anshar yang dititipkan ke Bani Nadhir sudah mulai dewasa. Beberapa di antaranya bahkan menjadi orang Yahudi yang taat lantaran sejak kecil dibesarkan dengan kepercayaan itu. Akhirnya, banyak orang tua Anshar yang memohon kepada Rasulullah SAW agar anaknya ditarik menjadi Muslim, kalau perlu dengan cara paksaan, lantaran khawatir buah hatinya kelak masuk neraka.

Turunlah ayat ke-256 surah al-Baqarah yang menegaskan, Tidak ada paksaan dalam agama. Menurut riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah hanya memanggil anak-anak itu. Mereka kemudian diminta memilih. Apakah mau memeluk Islam atau bertahan dengan Yahudi. Banyak yang memutuskan untuk menjadi Muslim. Ada pula yang mantap meneruskan kepercayaan lamanya, sehingga mengikuti Bani Nadhir untuk meninggalkan Madinah.

Sehubungan dengan peristiwa itu, Buya Hamka mengutip apresiasi dari Prof Philip Khuri Hitti. Penulis History of the Arabs tersebut menilai, al-Baqarah ayat ke-256 patut menjadi rujukan hubungan antarumat beragama.

Kasus lainnya adalah ketika Rasulullah SAW menerima utusan Kristen dari Bani Najran di Masjid Nabawi. Saat itu, para sahabat kaget lantaran keputusan yang tidak disangka-sangka itu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lionel Messi Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026 usai Argentina Bantai Aljazair
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ojol Bawa Penumpang Lewat Jembatan Rel Petamburan Jakpus, KAI: Sangat Berbahaya!
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Era Suku Bunga Tinggi Kembali, Demi Rupiah Bertaji
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Deschamps Sebut Pergantian Posisi Kunci Kemenangan Prancis atas Senegal
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Update Transfer Emil Audero ke Juventus: Media Italia Bawa Kabar Buruk untuk Kiper Timnas Indonesia
• 41 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.