Lensa Berbicara: Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bogor, tvOnenews.com — Sejumlah warga masih memanfaatkan jasa penyeberangan rakit bambu untuk melintasi Sungai Cisadane di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).  

Penyeberangan tradisional yang telah beroperasi sejak era 1960-an itu menjadi satu-satunya rakit bambu yang masih bertahan di sepanjang aliran Sungai Cisadane. 

Rakit yang dikendalikan secara manual oleh seorang operator tersebut digunakan warga untuk mengangkut sepeda motor dan penumpangnya menuju wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor.

Meski terbilang sederhana, sarana transportasi ini masih menjadi pilihan masyarakat karena mampu memperpendek jarak perjalanan hingga sekitar lima kilometer dibandingkan harus menggunakan jalur darat yang memutar. 

Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Rakit Bambu di Ciseeng Masih Jadi Andalan Warga Menyeberangi Sungai Cisadane
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Setiap harinya, rakit bambu tersebut melayani puluhan hingga ratusan warga yang beraktivitas di kedua wilayah yang dipisahkan oleh Sungai Cisadane.

Untuk sekali penyeberangan, pengguna dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per sepeda motor beserta pengendaranya. 

Keberadaan rakit bambu ini tidak hanya menjadi sarana transportasi alternatif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan budaya lokal yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Di tengah perkembangan infrastruktur modern, rakit bambu di Ciseeng masih menunjukkan perannya sebagai penghubung penting bagi warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Cisadane. 

Selain membantu mobilitas masyarakat, penyeberangan tradisional tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri karena mencerminkan kearifan lokal yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Warga berharap layanan penyeberangan rakit bambu ini dapat terus beroperasi selama masih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. (jts/nsi)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prototipe Jet Tempur KF-21 Korsel-RI Dijadwalkan Rampung pada Juni 2026
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siapkan Buyback Rp1,7 Triliun, MBMA Baru Realisasikan Rp237 Miliar
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Korban Hanania Travel Tembus 1.286 Orang, Kerugian Jamaah Capai Rp 35,34 Miliar
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Realisasi Program 3 Juta Rumah Sudah 324.213 Unit, Ini Rinciannya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
InJourney prediksi ada 5,46 juta penumpang pada libur sekolah
• 38 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.