Wisuda ITB Nobel Usung Tema Mobile Legends, Perkuat Semangat Kolaborasi dan Inovasi Digital

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan wisuda tahun 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu, 17 Juni.

Selain memperkenalkan program double degree, kampus ini juga menampilkan video kreatif bertema Mobile Legends yang sarat pesan tentang kolaborasi, kepemimpinan, dan adaptasi teknologi.

Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Badaruddin, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang mulai diterapkan tahun ini adalah pembukaan program double degree. Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar sekaligus sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Mulai tahun ini kami membuka program double degree. Mahasiswa yang mengikuti program tersebut nantinya akan memperoleh dua gelar. Ini menjadi salah satu upaya kampus untuk memperkuat kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ITB Nobel juga memilih pendekatan kreatif dalam penyampaian pesan kepada para wisudawan. Jika pada tahun sebelumnya mengangkat tema Roblox, kali ini kampus tersebut mengusung Mobile Legends sebagai inspirasi utama dalam konsep visual wisuda.

Badaruddin menjelaskan, tema tersebut dipilih karena memiliki nilai-nilai yang relevan dengan perjalanan para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

“Kemenangan mutlak tidak pernah lahir dari keegoisan, tetapi dari kerja sama tim. Filosofi itu yang ingin kami sampaikan kepada para wisudawan. Kehidupan kampus maupun dunia kerja sama-sama membutuhkan kolaborasi, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak jauh berbeda dengan dinamika permainan strategi yang menuntut kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan secara cepat.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu memahami arah perubahan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat.

“Di era ini, siapa yang tidak menguasai peta perubahan akan mudah kalah dalam persaingan. Karena itu, lulusan harus siap memimpin, mengadopsi teknologi baru, dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Badaruddin juga mengingatkan para wisudawan agar terus membangun kepedulian sosial serta mampu menemukan peran terbaiknya di tengah masyarakat. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk menciptakan perubahan yang bermanfaat.

Sementara itu, konsep video wisuda yang menjadi perhatian peserta digarap oleh tim mahasiswa ITB Nobel Indonesia.

Mereka terdiri atas Wahyu Ramadan dari Program Studi Manajemen sebagai video editor, Ratu Maharani sebagai desainer grafis, serta Yusri Mahendra dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi.

Wahyu Ramadan menjelaskan bahwa pemilihan tema Mobile Legends didasarkan pada kedekatannya dengan generasi muda. Selain populer, permainan tersebut dinilai memiliki banyak nilai edukatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam video tersebut, para pimpinan kampus divisualisasikan sebagai karakter atau hero yang memiliki peran berbeda-beda. Cerita berpusat pada upaya bersama menghadapi ancaman besar yang diwakili oleh sosok Lord di sebuah kota futuristik bernama Nobel.

Yusri Mahendra mengatakan alur cerita sengaja dibangun untuk menggambarkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara individual. Setiap orang memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing yang saling melengkapi.

“Dalam Mobile Legends tidak ada kemenangan yang diraih sendirian. Semua hero memiliki peran masing-masing. Ada yang bertahan, melindungi, memulihkan, dan menyerang. Kemenangan hanya bisa dicapai jika semua bekerja sama,” ujarnya.

Selain mengusung pesan kolaborasi, proses produksi video juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Wahyu mengungkapkan tim menggunakan sejumlah platform AI untuk membantu proses visualisasi, sementara konsep cerita dan pengembangan desain tetap dikerjakan secara mandiri oleh mahasiswa.

Melalui perpaduan antara kreativitas, teknologi, dan pesan edukatif yang dekat dengan generasi muda, ITB Nobel Indonesia berharap para wisudawan tidak hanya merayakan keberhasilan akademik, tetapi juga membawa semangat inovasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi tantangan masa depan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tur Jiangsu Travelogue of China 2026 Berakhir, Soroti Inovasi Teknologi hingga Pembangunan Berbasis Masyarakat
• 5 jam lalupantau.com
thumb
1.834 Kepala Keluarga Terdampak Gempa Sulteng
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sambut HUT Ke-499 Jakarta, DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Heboh! Momen J-Hope BTS Tampil Pakai Rompi Pertamina Enduro di Busan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DKI Kemarin, semarak Tahun Baru Islam hingga kebakaran di Jakbar
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.