Bisnis.com, JAKARTA – Sentimen negatif yang menerpa pasar saham mulai mereda seiring dengan deeskalasi konflik Timur Tengah yang ditandai dengan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua pekan terakhir pun menguat dalam tiga hari perdagangan pasca melalui rentetan koreksi dalam bulan Mei. Dalam situasi ini, saham seperti ADRO hingga ANTM dinilai punya peluang menarik di tengah ekspektasi kenaikan sektor komoditas.
Tim riset MNC Sekuritas mencatat bahwa perjanjian damai AS-Iran telah menekan harga minyak mentah ke bawah US$80 per barel, namun fundamental batu bara dan CPO tetap solid.
"Kami upgrade prospek sektor komoditas menjadi overweight dengan saham pilihan utama adalah ADRO, ANTM, HRTA, dan DSNG," ujar sekuritas dalam risetnya, Rabu (17/6/2026).
Dalam momentum penguatan ini, MNC Sekuritas menyarankan kepada investor untuk tetap memperhatikan sejumlah faktor yang bisa menjadi sentimen pasar, khususnya saham sektor komoditas.
Pertama, kesepakatan damai AS-Iran mendorong harga minyak ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Pembukaan kembali Selat Hormuz diproyeksi akan menjadi price cushion bagi harga emas dan nikel.
Kedua, China dilaporkan mengoperasikan 78 GW kapasitas PLTU baru pada 2025, menjadi level tertinggi dalam dekade terakhir. Hal ini menjaga kekuatan permintaan batu bara global.
"Ketiga, siklus super El Nino diproyeksi memangkas pasokan CPO secara signifikan pada 2027, memicu lonjakan harga ke depan," ujarnya.
Keempat, momentum positif dari fundamental komoditas energi dan perkebunan melandasi kenaikan peringkat sektor ini.
Menilik gerak saham di pasar dalam perdagangan intraday Rabu (17/6/2026) pukul 12.45 WIB, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 0,43% ke Rp2.310, walau secara year to date (YtD) mencerminkan lonjakan 27,62%.
Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 0,64% ke Rp3.150, yang menjadi level harga saham dalam perdagangan awal tahun ini. Selanjutnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menguat 1,84% ke Rp2.210, mencerminkan penguatan 2,79% secara YtD.
Kemudian, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melemah 2,61% ke Rp1.120, mencerminkan koreksi 27,27% secara YtD.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





