Said Abdullah Nilai Tudingan Tiyo Dekat dengan PDIP Tidak Make Sense

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah menegaskan partainya tidak memiliki keterlibatan dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Hal itu disampaikannya merespons Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menuding PDIP menunggangi aksi-aksi penolakan MBG yang dipimpin oleh eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Said menekankan tidak ada kader maupun anggota PDIP yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut.

“Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

“Tegas yang disampaikan ibu, karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan,” lanjutnya.

Terkait isu dugaan kedekatan antara Tiyo dengan tokoh di PDIP, Said menilai hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengaitkan PDIP dengan aksi demonstrasi yang terjadi.

Dalam tudingan BEM Bersatu, Tiyo diduga memakai mobil Fortuner yang terdaftar atas nama Siti Nuraeni, besan Andhika Perkasa yang merupakan tokoh tim pemenangan Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

“Kalau dia ada besanan, ada famili, itu, itu kan nggak, bukan soal yang kita bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali,” tuturnya.

Ia juga menegaskan PDIP tidak pernah mengarahkan atau mengorganisir aksi demonstrasi, termasuk yang melibatkan mahasiswa.

“Saya pastikan dan saya jamin bahwa PDI Perjuangan tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang seperti itu. Bahwa bagi PDI Perjuangan, siapapun yang demo, asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu,” katanya.

“Tapi mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami semua,” sambung dia.

Di sisi lain, Said juga mengimbau pemerintah untuk lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi mahasiswa.

“Kalau PDI Perjuangan mengimbau sebagaimana yang saya sampaikan, lebih arif, lebih bijak, pemerintah terbuka saja terhadap kritik itu. Dan penting bagi pemerintah menjadi pendengar yang baik. Kemudian diserap apa yang dimaui oleh adik-adik mahasiswa, kemudian diaktualisasi dalam berbagai kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

“Bahwa kebijakan ada yang kurang, ada kekurangan kebijakan, seperti yang saya sampaikan, tata kelola BGN, yang sekarang menjadi fakta,” lanjut dia.

Menurutnya, pemerintah telah mulai merespons berbagai masukan tersebut melalui konsolidasi internal.

“Nah yang begitu-begitu pemerintah insya Allah hari ini, ternyata BGN melakukan konsolidasi dan mapping terhadap anggarannya, terhadap pagu anggarannya,” ungkap Said.

“Pada dasarnya pemerintah sudah merespons, cuman tidak tahu saya, siapa yang mengkomunikasikan ini ke publik. Pembacaan saya seperti itu yang dilakukan oleh Kepala BGN sekarang,” sambung dia.

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga terdapat keterlibatan aktor politik praktis di balik aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada kedekatan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, dengan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan PDI Perjuangan dan tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang menurut mereka patut dicermati publik.

"Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," kata Rahmat dalam jumpa pers, Selasa (16/6).

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," sambungnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Temui Menkeu Tiongkok di Beijing, Bahas Sovereign Panda Bonds
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Ungkap Modus Baru Pungli Pemakaman di DKI, Libatkan Oknum RT dan RW
• 1 jam laludetik.com
thumb
Investor Wait and See, IHSG Justru Dibuka Menghijau Hari Ini
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
UMN Perluas Kemitraan Global, Gandeng 11 Kampus Kazakhstan
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Tom Holland Benarkan Telah Menikah dengan Zendaya
• 4 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.