Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menargetkan pelaksanaan program e-Learning ASN Berintegritas oleh sekitar 6,7 juta aparatur sipil negara (ASN) sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi.
"Kegiatan program pembelajaran integritas berbasis e-learning ini bisa kita maksimalkan, bisa dilaksanakan oleh semua ASN yang jumlahnya cukup besar. Totalnya ada 6,7 juta," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto usai peluncuran nasional e-learning ASN Berintegritas di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu.
Setyo mengungkapkan implementasi program tersebut tentunya membutuhkan waktu karena kesiapan sistem pembelajaran digital di masing-masing kementerian/lembaga dan pemerintah daerah masih beragam.
Meski demikian, Setyo melihat adanya keseriusan dari kementerian, lembaga serta pemerintah daerah dalam menerapkan pembelajaran integritas bagi ASN.
"Saya melihat adalah adanya keseriusan, komitmen, dan sinergi antara KPK dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Setyo menjelaskan program tersebut sebelumnya telah diuji coba pada 12 instansi dan diperluas pada 10 instansi lainnya pada 2026. Ia mengatakan KPK dan instansi terkait lainnya akan terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan e-learning tersebut.
"Kami berharap implementasinya akan semakin baik. Kekurangan yang masih ada akan terus diperbaiki agar hasilnya maksimal," tuturnya.
Setyo mengharapkan target implementasi pembelajaran integritas bagi seluruh ASN yang direncanakan tercapai pada 2029 dapat dipercepat melalui kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan penguatan integritas ASN merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat.
"Kami ingin membangun ASN yang dipercaya masyarakat dan menjadi pilar pertumbuhan bangsa yang lebih sehat ke depan," kata Taufiq.
Baca juga: MenPANRB: Program ASN Berintegritas KPK perkuat nilai antikorupsi
"Kegiatan program pembelajaran integritas berbasis e-learning ini bisa kita maksimalkan, bisa dilaksanakan oleh semua ASN yang jumlahnya cukup besar. Totalnya ada 6,7 juta," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto usai peluncuran nasional e-learning ASN Berintegritas di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu.
Setyo mengungkapkan implementasi program tersebut tentunya membutuhkan waktu karena kesiapan sistem pembelajaran digital di masing-masing kementerian/lembaga dan pemerintah daerah masih beragam.
Meski demikian, Setyo melihat adanya keseriusan dari kementerian, lembaga serta pemerintah daerah dalam menerapkan pembelajaran integritas bagi ASN.
"Saya melihat adalah adanya keseriusan, komitmen, dan sinergi antara KPK dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Setyo menjelaskan program tersebut sebelumnya telah diuji coba pada 12 instansi dan diperluas pada 10 instansi lainnya pada 2026. Ia mengatakan KPK dan instansi terkait lainnya akan terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan e-learning tersebut.
"Kami berharap implementasinya akan semakin baik. Kekurangan yang masih ada akan terus diperbaiki agar hasilnya maksimal," tuturnya.
Setyo mengharapkan target implementasi pembelajaran integritas bagi seluruh ASN yang direncanakan tercapai pada 2029 dapat dipercepat melalui kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan penguatan integritas ASN merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat.
"Kami ingin membangun ASN yang dipercaya masyarakat dan menjadi pilar pertumbuhan bangsa yang lebih sehat ke depan," kata Taufiq.
Baca juga: MenPANRB: Program ASN Berintegritas KPK perkuat nilai antikorupsi





