JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara PDIP Guntur Romli membantah tugaskan pengurus atau kader partai dalam demonstrasi mahasiswa baru-baru ini.
Bantahan itu disampaikan Guntur Romli dalam keterangannya sebagaimana laporan jurnalis Kompas TV Putu Trisnanda, Rabu (17/6/2026).
“PDIP tidak menugaskan pengurus melibatkan diri dalam aksi mahasiswa, kalaupun ada yang hadir itu hak konstitusional dan tidak bisa disebut ada korelasi dengan PDIP,” ujar Guntur.
Di samping itu, Guntur juga membantah tudingan bahwa partainya telah mendalangi atau membiayai aksi tersebut.
“Kami menegaskan, PDIP tidak terlibat, tidak mendanai, tidak fasilitasi aksi mahasiswa terkait MBG,” kata Guntur.
Baca Juga: Ketua BEM UI Jawab Polisi soal Aksi di Bundaran HI Tanpa Pemberitahuan: Polri Membohongi Rakyat
Atas dasar itu, Guntur menilai pernyataan BEM Bersatu justru mencederai aksi mahasiswa yang berperan menganalisa secara kritis kebijakan pemerintah.
“Statement BEM yang bilang aksi disusupi, penghinaan terhadap nalar kritis mahasiswa. Mahasiswa bergerak karena panggilan nurani dan analisa kritis mereka terhadap kebijakan negara yang menyentuh harkat orang banyak,” kata Guntur.
Sebelumnya, BEM Bersatu menyoroti dugaan keterlibatan mantan ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dengan jaringan politik dalam gerakan aksi mahasiswa yang berlangsung belakangan ini.
Juru Bicara Aliansi BEM Bersatu, Rahmad Djimbula menuturkan, dugaan tersebut berdasarkan mobil Fortuner yang digunakan Tiyo yang terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pdip
- guntur romli
- hak konstitusional
- pdip dalam aksi mahasiswa
- pdip dituduh dalangi demonstrasi





