Jakarta, VIVA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menegaskan partainya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi demonstrasi penolakan MBG itu dipimpin oleh eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
"Dipastikan PDI Perjuangan sesuai dengan perintah ibu ketua umum terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan baik sebagai kader maupun sebagai anggota," kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juni 2026.
"Tegas ingin saya sampaikan. Karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan," sambung Said.
Terkait dengan tudingan Tiyo Ardianto dekat dengan tokoh PDIP, Said mengatakan hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk mengaitkan PDIP dengan aksi demonstrasi tersebut.
Diketahui jubir BEM Bersatu, Rahmat Djimbula mengindikasikan adanya keterlibatan aktor politik berupa logistik mewah berupa mobil SUV Fortuner yang digunakan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto.
Mobil tersebut diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Nama Setyo lantas dikaitkan sebagai besan dari Jenderal TNI (purn) Andika Perkara yang merupakan tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
"Kalau dia ada besanan, ada famili, itu bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan menurut hemat saya sangat tidak make sense sama sekali," tutur dia.
Dalam kesempatan itu, Said pun kembali menegaskan PDIP tak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Dia menyebut, mahasiswa tidak bisa diperintah atau disuruh-suruh.
"Bahwa bagi PDI Perjuangan siapapun yang demo asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu. Tapi mengorganisir, mendekati supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya itu di luar jangkauan kami semua," pungkas Said.





