Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, mengingatkan merokok sesekali tetap dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Meskipuan banyak orang menganggap kebiasaan merokok sesekali dinilai masih aman.
Menjelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dokter Badiger mengatakan setiap batang rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang dapat memengaruhi tubuh segera setelah dihirup, dilansir dari laman Hindustan Times, Rabu (17/6/2026).
"Merokok sesekali tetap berarti menghirup berbagai zat berbahaya," ujarnya.
Menurutnya, merokok sesekali secara langsung dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang berdampak pada kerja jantung dan pembuluh darah. Kerusakan pada pembuluh darah kapiler dan gangguan aliran darah dapat terjadi meskipun frekuensi merokok rendah.
Sistem pernapasan juga terdampak dengan rusaknya silia (rambut halus) di saluran udara yang berfungsi untuk membersihkan kotoran dan partikel asing, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
Dokter Badiger mengatakan orang yang merokok sesekali memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dan serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok. Paparan asap rokok juga dapat mengganggu mekanisme pertahanan tubuh, melemahkan sistem imun serta menyebabkan peradangan kronis.
Badiger menyampaikan, setiap batang rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang berdampak pada tubuh setelah dihirup. Ia melanjutkan, nikotin merupakan zat adiktif yang dapat memicu ketergantungan, sedangkan karbon monoksida mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen.
Tar mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang berkontribusi pada kerusakan jaringan tubuh. Meski merokok hanya sesekali, tubuh tetap terpapar bahan kimia berbahaya ini yang berpotensi menimbulkan efek negatif.
"Banyak perokok sesekali meremehkan betapa mudahnya kebiasaan itu berubah menjadi konsumsi rokok secara rutin," katanya.
Secara medis, tidak terdapat jumlah batas aman dalam merokok yang dapat menghindari risiko kesehatan. Baik merokok dalam jumlah sedikit maupun banyak tetap menimbulkan risiko signifikan terhadap kematian dini dan penyakit kronis.
American Cancer Society menyatakan bahwa perokok yang mengonsumsi satu batang rokok sehari saja memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.
"Sudah saatnya meninggalkan anggapan bahwa hanya beberapa batang rokok tidak akan menimbulkan masalah. Faktanya, setiap rokok tetap memberikan dampak pada tubuh, bahkan jika dikonsumsi sesekali," ucap Badiger.





