PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) telah membayarkan klaim dan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta sepanjang periode 2022 hingga 2025. Nilai tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan perlindungan finansial masyarakat di tengah risiko kesehatan dan ketidakpastian ekonomi.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan pembayaran klaim tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan perlindungan bagi peserta ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan.
“Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Melihat apa yang dialami peserta kami seperti Pak Joko, semakin menguatkan komitmen kami sebagai Satu yang Melindungi untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan. Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Vivin, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pembayaran klaim tersebut dilakukan setelah Prudential Syariah berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022. Hingga kini perusahaan didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Besarnya nilai klaim yang dibayarkan menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan jiwa. Di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, risiko penyakit kritis, hingga kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang, instrumen proteksi menjadi salah satu komponen yang semakin diperhatikan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
Salah satu penerima manfaat adalah Joko Mulyono, seorang pekerja kantoran yang harus menjalani beberapa tindakan medis dalam beberapa tahun terakhir. Total biaya medis yang ditanggung mencapai lebih dari Rp200 juta, terdiri dari operasi punggung, prosedur kolonoskopi, hingga tindakan pembuluh darah.
“Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya,” kata Joko.
Baca Juga: Tekanan Ekonomi Meningkat, Prudential Gencarkan Edukasi Finansial untuk Perempuan
Baca Juga: Prudential Soroti Kenaikan Biaya Berobat, Klaim Nasabah Tembus Rp16 Triliun
Menurutnya, perlindungan kesehatan membantu menjaga kondisi keuangan keluarga tetap stabil ketika risiko kesehatan datang secara tidak terduga.
Industri asuransi menilai kebutuhan proteksi akan terus meningkat seiring naiknya biaya kesehatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Dalam kondisi tersebut, pembayaran klaim menjadi salah satu indikator utama peran perusahaan asuransi dalam memberikan perlindungan finansial kepada peserta.





