Dekan FISIP Unas Buru Oknum Pencatut Nama dan Atribut Kampus yang Ikutan BEM Bersatu

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Universitas Nasional (Unas) tengah mengalami gejolak politik karena ada salah satu oknum yang menyebut bahwa kampus yang terletak di Pasar Minggu ini termasuk kedalam bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Padahal, kampus swasta tertua kedua di Jakarta Selatan ini menang sudah tidak memiliki organisasi sejak pembekuan yang dilakukan oleh pihak pengurus pada 14 Agustus 2014 lalu.

BACA JUGA:Luhut Sebut Hadirnya Perlinsos Bakal Pangkas Anggaran Belanja Sebesar Rp260 Triliun

Melihat adanya isu tersebut, membuat Dekan FISIP Universitas Nasional, Aos Yuli Firdaus akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang mengatas namakan kampus.

"FISIP Universitas Nasional tidak memiliki organisasi BEM di tingkat fakultas. Oleh karena itu, tidak terdapat jabatan Ketua BEM FISIP Universitas Nasional dalam struktur organisasi kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan FISIP Universitas Nasional," tegas Aos dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu, 17 Juni 2026.

Aos menekankan bahwa kehadiran maupun pernyataan yang disampaikan oleh individu yang mengaku mewakili BEM FISIP Unas dalam kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.

Namun, Aos mengingatkan bahwa penggunaan identitas organisasi kemahasiswaan harus dilakukan secara benar dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Polisi Persilakan Tiyo Melapor Soal Dugaan Teror Alat Pelacak saat Ikut Aksi di Gejayan

Menurutnya, sikap maupun pandangan yang disampaikan tidak dapat diartikan sebagai representasi resmi FISIP Universitas Nasional.

"Namun demikian, penggunaan identitas, atribut, maupun jabatan organisasi kemahasiswaan harus dilakukan secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tekan Aos.

Seperti diketahui bahwa aliansi mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu menggelar konferensi pers di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan BEM Bersatu dari berbagai kampus menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.

Salah satu perwakilan BEM Bersatu, Rahmat Djimbula menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap independen dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

BACA JUGA:Status Anggota BEM Bersatu yang Pertanyakan Tiyo Ardianto Dibantah Kampus: Kami Tidak Pernah Kirim Utusan!

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luhut Klaim Digitalisasi Data Pemerintah Berpotensi Hemat hingga Rp 2.000 T
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
PP HIMMAH Dukung Langkah Bahlil Perkuat Pengawasan Pengadaan Energi Primer PLN
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Sebulan Jadi Ibu, Alyssa Daguise Mendadak Nangis Saat Ditinggal Sang Mama
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Khusus Pemegang KTP Jakarta, Masuk Ragunan Gratis di 3 Hari Ini
• 5 jam laludetik.com
thumb
Luhut Sebut Hadirnya Perlinsos Bakal Pangkas Anggaran Belanja Sebesar Rp260 Triliun
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.