HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Arus lalu lintas di ruas Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Pangalla–Baruppu mengalami kemacetan parah, Rabu (17/6/2026) malam. Satu ruas jalan dilaporkan tertutup penuh akibat pesta perkawinan dan kedukaan. Hal tersebut dikeluhkan pengguna jalan.
Selain satu jalur yang lumpuh, kepadatan juga terjadi pada ruas jalan lainnya di sekitar kawasan itu. Titik kemacetan terparah berada di simpang tiga Jembatan Malango, Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Penutupan jalan diketahui telah berlangsung sejak dua hari sebelumnya. Kondisi ini memaksa pengendara mencari jalur alternatif melalui depan SMP Katolik Rantepao. Namun, jalur tersebut juga mengalami kemacetan sepanjang kurang lebih 300 meter.
Akibat kepadatan tersebut, kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat bergerak. Sejumlah kendaraan bahkan dilaporkan terjebak di lokasi dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya petugas dari Polres Toraja Utara di lokasi kejadian. Selain itu, upaya konfirmasi terkait izin penutupan satu ruas jalan kepada pihak dinas maupun aparat terkait juga belum mendapatkan respons.
Salah satu pengendara, Manda (34), yang ditemui di lokasi, mengaku kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di titik tersebut. “Ini sudah berapa kali, kami juga heran kenapa bisa dan bagaimana seharusnya aturan ini,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan badan jalan untuk kegiatan masyarakat seharusnya diatur lebih tertib. Menurutnya, kegiatan seperti pesta pernikahan maupun kedukaan idealnya tidak menggunakan satu ruas jalan secara penuh.
“Kalau tidak bisa diadakan di tongkonan masing-masing atau sewa gedung saja. Atau paling tidak gunakan setengah jalan, jangan satu ruas penuh karena bikin macet,” tambahnya.
Manda juga menyoroti potensi bahaya apabila terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran atau ambulans yang harus melintas di kawasan tersebut.
“Bayangkan kalau ada kebakaran atau ambulans lewat, harus memutar jauh. Jadi harus saling mengertilah, apalagi ini sudah sering terjadi,” tutupnya. (edy)





