JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui prakiraan cuaca penerbangan terkini mengenai potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia.
Data berkala ini dirilis untuk periode satu pekan ke depan, terhitung mulai 18 Juni 2026 hingga 24 Juni 2026.
Prakiraan yang mengandalkan model cuaca numerik ini berfungsi untuk memberikan informasi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di ruang udara nasional demi mendukung keselamatan operasional penerbangan.
Baca Juga: BMKG Rilis Potensi Awan Cumulonimbus di Indonesia Periode 17–23 Juni 2026, Ini Sebarannya
Dalam rilis resminya, BMKG membagi persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori utama yang divisualisasikan melalui indikator warna biru muda, ungu, dan hijau.
Ketiga kategori tersebut adalah Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) dengan cakupan berkisar antara 50 hingga 75 persen, serta Frequent CB (FRQ) yang menandakan persentase cakupan spasial tertinggi, yaitu melebihi 75 persen.
Berdasarkan hasil pemodelan atmosfer terbaru untuk periode 18–24 Juni 2026, BMKG memprediksi tiga wilayah perairan masuk dalam kategori Frequent (FRQ) dengan kepadatan cakupan spasial di atas 75 persen, meliputi:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Pasifik utara Papua
- Selat Malaka bagian utara
Sementara itu, untuk wilayah dengan potensi cakupan spasial sedang atau Occasional (OCNL) dengan kepadatan berkisar antara 50 hingga 75 persen, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi melanda sebagian besar wilayah daratan dan perairan tanah air.
Berikut rincian lengkap wilayah yang berada dalam kategori cakupan spasial maksimum 50–75 persen (OCNL):
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Besok 18-19 Juni 2026, Mana Saja Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan?
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca
- cuaca penerbangan
- potensi awan Cb
- info BMKG terbaru





