Kejar Swasembada dalam Tiga Tahun, Pemerintah Bangun Ekosistem Bawang Putih

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mulai mengubah pendekatan pengembangan bawang putih nasional dengan membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mempercepat target swasembada dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut diambil setelah berbagai program pengembangan bawang putih sebelumnya dinilai belum mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor karena berjalan secara terpisah dan belum terhubung dalam satu rantai usaha yang utuh.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan sistem yang menghubungkan seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan benih hingga penyerapan hasil produksi.

“Bapak Presiden ingin swasembada. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada,” kata Amran, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Menurut Amran, penguatan sektor perbenihan menjadi salah satu fokus utama karena menjadi fondasi peningkatan produksi bawang putih nasional.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta skema penyerapan hasil panen melalui BUMN pangan.

Baca Juga

  • Anak Muda Kian Jauh dari Sawah, Regenerasi Petani Terancam
  • Harga Bawang dan Cabai Mahal, Mentan Amran Sebut Anomali
  • Mentan Klaim Swasembada Pangan Meski Masih Impor, Begini Penjelasannya

Pemerintah juga tengah menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk bawang putih basah guna memberikan kepastian harga bagi petani dan menjaga kelayakan usaha budidaya.

“Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya,” ujar Amran.

Dalam skema yang disiapkan pemerintah, petani, pelaku usaha swasta, dan PTPN III akan berperan sebagai produsen benih. Benih yang dihasilkan selanjutnya akan diserap oleh ID Food dan Bulog untuk didistribusikan kembali ke sentra-sentra produksi guna memperluas areal tanam.

Pola tersebut diharapkan dapat menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketersediaan benih nasional.

“Silakan menjadi penangkar, kemudian jual ke ID Food, Bulog. Ekosistem ini harus berjalan dari benih sampai konsumsi. Gudang dan penyerapan akan kita siapkan bersama Bulog dan ID Food. HPP dan HET ditentukan supaya semua jelas dan tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Selain penguatan perbenihan dan pemasaran, pemerintah juga akan membantu penyediaan alsintan seperti kultivator yang dapat digunakan secara bersama oleh kelompok tani. Skema tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus memperluas akses petani terhadap bantuan pemerintah.

Dari sisi petani, kebijakan tersebut mendapat respons positif karena dinilai memberikan kepastian usaha yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bawang putih nasional.

Petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bedjo Supriyanto, menilai pendekatan yang ditempuh pemerintah saat ini lebih menyeluruh dibandingkan program-program sebelumnya.

“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi,” ujarnya.

Menurut Bedjo, kepastian pasar dan dukungan kebijakan menjadi faktor penting untuk mendorong perluasan areal tanam dan peningkatan produksi. Dia menilai target swasembada memang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, tetapi peluangnya makin terbuka jika dukungan pemerintah dilakukan secara konsisten.

“Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Messi Hat-trick, Argentina Gilas Aljazair 3-0 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
DJP Targetkan Pajak Marketplace Berlaku Juli 2026, Regulasi Rampung
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
TNI AL Bergerak Cepat! Terjun ke Lokasi Gempa M 6,7 di Sigi, Bangun Posko Darurat dalam Hitungan Jam
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pemprov Jatim Perkuat Desa dan Pesantren Tangguh Bencana Melalui Kemitraan SIAP SIAGA Australia
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
• 7 menit lalumatamata.com
Berhasil disimpan.