Mahasiswa UGM Tegaskan Sikap Pada Negara

kompas.id
23 jam lalu
Cover Berita

Mendekati pukul 15.00, puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berdatangan ke Gedung Balairung UGM, Yogyakarta, Rabu (17/6/2026). Meski matahari masih cukup terik dan cuaca panas, mereka serempak menggunakan jas almamater berwarna coklat muda dengan penuh rasa bangga.

Mereka berbaris rapi di depan tangga gedung itu lalu mempersilakan salah satu rekan berbicara mewakili mereka. Tujuan mereka satu yakni menyampaikan pernyataan sikap terkait peristiwa yang terjadi di kompleks kampus itu, dua hari sebelumnya.

Sarah (20), mahasiswa Fakultas Hukum UGM, mendapatkan giliran pertama membacakan pernyataan sikap mahasiswa terkait peristiwa itu. Mereka menegaskan bahwa tindakan itu merupakan wujud ekspresi ketidakpercayaan mereka terhadap Pemerintah yang dinilai telah berulangkali mengeluarkan sejumlah kebijakan yang jelas menindas rakyat.

Acara diskusi pada 15 Juni 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreasi (GIK) UGM itu dihadiri oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai acara yang dibeli label kegiatan diskusi itu tidak lebih hanya sebagai ruang pamer pencapaian Pemerintah. Kemarahan para mahasiswa juga karena kondisi ekonomi negara yang semakin terpuruk seperti terlihat pada nilai melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS.

Mereka juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar yang dinilai semakin menyengsarakan rakyat. Hal itu diperparah dengan terus berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengorbankan anggaran pendidikan.

Pada saat yang bersamaan, aksi menentang program MBG dan sejumlah kebijakan Pemerintah juga tengah digelar oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Perempatan Titik Nol. Mahasiswa kampus itu kompak mengenakan jas almamater mereka yang berwarna merah dalam aksi damai yang mereka namai “Merahkan Titik Nol” itu.

Selain menyoroti program MBG, mereka juga menyesalkan bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.

Mereka menuntut Pemerintah segera menghentikan program MBG dan pembentukan Koperasi Merah Putih yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pengunjuk rasa juga menyerukan agar Pemerintah segera melakukan koreksi diri dan memperbaiki keadaan perekonomian yang kondisinya semakin mengkhawatirkan seperti saat ini.

Mahasiswa di berbagai daerah sedang menyerukan tuntutan serupa kepada Pemerintah. Kegigihan mereka tengah menjadi penopang bagi masyarakat yang sedang sedang gundah akan masa depan bangsa.

Baca JugaPerjuangan Hak Bersuara yang Diganjal
Baca JugaPoster Pemberi Warna Unjuk Rasa
Baca Juga”Orkestra” Klakson Keresahan akan MBG Membahana di Jakarta


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi I Turun 1,06 Persen ke 6.154,9
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gojek dan Yayasan Berikan Beasiswa S1 untuk Ratusan Driver Gojek dan Keluarga
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Dalami Mekanisme Pemerasan di Kasus Silmy Karim
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Periksa Pegawai PT PP dan Dua Saksi Lain dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi PPT Energy Trading
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Kabar Baik Seusai Timwas Haji DPR Bertemu Prabowo
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.