Soroti Film Pesta Babi, Pengamat Ajak Publik Belajar dari Kasus Timor Timur

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Soroti Film Pesta Babi, Pengamat Ajak Publik Belajar dari Kasus Timor TimurNasional | okezone | Rabu, 17 Juni 2026 - 21:15

JAKARTA  - Pengamat politik Rico Marbun meminta publik mencermati potensi penggunaan film Pesta Babi sebagai bagian dari upaya membawa isu Papua ke ranah internasional. Publik perlu mewaspadai risiko dimanfaatkannya untuk kepentingan yang berkaitan dengan agenda disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengalaman lepasnya Timor Timur menjadi Timor-Leste, kata Rico, menunjukkan adanya pola yang perlu menjadi pembelajaran. Menurutnya, proses tersebut berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu pemilihan momentum dan isu keluhan, internasionalisasi isu, dan intervensi asing.

"Tragedi Santa Cruz tahun 1991 dijadikan momentum untuk membawa isu Timor Timur ke panggung internasional. Setelah itu muncul berbagai jaringan advokasi yang mendorong tekanan internasional terhadap Indonesia hingga akhirnya membuka jalan menuju referendum," kata Rico dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:Cerita Jokowi Sering Yoga Biar Badan Segar usai Joging di Stadion Manahan

Ia melihat terdapat pola yang memiliki kemiripan dalam dinamika isu Papua saat ini. Salah satu hal yang menjadi perhatian Rico adalah film Pesta Babi yang pertama kali diputar di Auckland, Selandia Baru, pada Maret 2026 dan mendapat fasilitasi kelompok yang selama ini menyuarakan hak Papua menentukan nasibnya sendiri.

"Saya tidak mempersoalkan film sebagai media kritik terhadap kebijakan negara. Yang perlu dicermati adalah penggunaan diksi, seperti istilah 'kolonialisme' yang berpotensi dijadikan sebagai instrumen internasionalisasi isu Papua, sebagaimana yang pernah terjadi dalam kasus Timor Timur," tuturnya.

Alumni Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura itu pun mendorong pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga ruang demokrasi. Namun, pada saat yang sama meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai narasi yang berpotensi mengarah pada ancaman terhadap keutuhan NKRI.

"Pelajaran dari Timor Timur jangan sampai terulang. Kita harus menjaga ruang demokrasi sekaligus tetap waspada terhadap narasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong disintegrasi bangsa," pungkasnya. 

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status Anggota BEM Bersatu yang Pertanyakan Tiyo Ardianto Dibantah Kampus: Kami Tidak Pernah Kirim Utusan!
• 13 jam laludisway.id
thumb
Suspensi Dicabut, Saham MMIX Masuk Papan FCA
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Cek! Ini 4 Zodiak yang Berpotensi Kaya Raya Sebelum Akhir Tahun 2026
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Selat Hormuz Mau Dibuka, RI Tetap Impor Minyak dari Rusia Cs
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Sekedar Makanan Penutup, Intip Healthy Habit Sederhana yang Bisa Dimulai dari Buah
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.