JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim bantuan tenda dan makanan untuk korban terdampak gempa bumi magnitudo (M) 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Tim kami sedang berada di lapangan dan kami memberikan dukungan logistik pada masa kedaruratan ini. Ada berupa tenda, kemudian juga logistik yang ada seperti makanan siap saji, atau buffer stock yang kami miliki dan sebagian lagi kita juga mendirikan dapur umum," jelas Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: 5 Tahun Berlalu, Ribuan Penyintas Gempa Sulteng Masih Bertahan di Huntara
Gus Ipul mengatakan, ketika data dan jumlah riil penyintas sudah diterima, maka bantuan lain akan segera diberikan agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
Untuk saat ini, Kemensos baru menyalurkan kebutuhan mendesak dan dipastikan semua sudah berada di lokasi dan titik pengungungsian.
"Kami masih menunggu kepastian jumlah keluarga yang terdampak. Ada yang luka-luka mungkin, ada yang meninggal. Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan konfirmasi pasti ya, tentang jumlah yang meninggal atau jumlah yang luka-luka," jelasnya.
Gempa Sulteng, 16 Juni 2026Diberitakan sebelumnya, gempa bumi terjadi di Sulawesi Tengah dengan magnitudo (M) 6,7.
Gempa tersebut terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya rentetan gempa susulan (aftershocks) yang berpusat di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu, yang getarannya merambat kuat hingga ke wilayah tetangga di Sulawesi Barat.
Baca juga: BNPB: 5.784 Orang Terdampak Gempa M 6,7 Sulteng
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Korban berasal dari Kabupaten Sigi. BNPB juga mencatat ada 118 gempa susulan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tenggara setelah gempa besar berkekuatan 6,7 magnitudo terjadi Selasa (16/6/2026) kemarin.
"Secara umum itu baik yang dirasakan maupun tidak dirasakan secara total setidaknya sudah ada 118 gempa susulan," katanya dalam konferensi pers, Rabu pagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




