YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Serikat Mahasiswa (Sema) Universitas Gadjah Mada (UGM) merespons kericuhan yang terjadi saat acara diskusi yang dihadiri tiga pejabat, Senin (15/6/2026) malam lalu.
Tiga pejabat yang hadir dalam acara tersebut adalah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
"Bentuk ekspresi kekecewaan, kemarahan, dan ketidakpercayaan," ujar Juru Bicara Sema UGM, Gladwin di UGM, Sleman, DIY, Rabu (17/6/2026), dipantau dari YouTube KompasTV.
Menurutnya, mahasiswa punya hak untuk mengekspresikan kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah karena selama bertahun-tahun rakyat sudah ditindas.
Mahasiswa yang tergabung dalam Sema UGM menyatakan sikapnya di UGM, Sleman, DIY, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)Baca Juga: Kepala Bakom Qodari soal Diskusi di UGM Ricuh: Kalau Tidak Ada Dialog, Bukan Demokrasi Namanya
Diberitakan KompasTV sebelumnya, mahasiswa mengepung acara diskusi yang dihadiri tiga pejabat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin malam lalu.
Ketiga pejabat itu lantas dievakuasi polisi menggunakan mobil patwal.
Usai terjadinya kericuhan itu, tiga pejabat yang hadir dalam diskusi buka suara. Nusron Wahid mengaku kehadirannya dalam acara yang digelar di UGM itu bertujuan membuka ruang dialog.
"Kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri untuk memang siap di-bully, siap dicaci maki di hadapan siapa pun, karena itulah konsekuensi daripada jabatan," ujarnya dalam unggahan Instagramnya, @nusronwahid, Selasa (16/6/2026).
Namun, Menteri ATR/BPN itu menyayangkan saat berlangsungnya acara diskusi terdapat pihak yang menurutnya tidak siap berdialog, sehingga diskusi tersebut berakhir dengan tidak kondusif.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- sema ugm
- ugm
- diskusi ugm
- diskusi
- kericuhan diskusi ugm
- diskusi ugm ricuh





