PARIS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membombardir Iran jika melanggar nota kesepahaman (MoU). Menurut Trump, ancaman pengeboman akan cukup untuk menjaga Iran tetap mematuhi kesepakatan.
Hal tersebut disampaikan Trump usai AS dan Iran resmi menandatangani MoU untuk mengakhiri perang. Trump mengaku menandatangani MoU di tengah rangkaian acara KTT G7 di Prancis, Rabu (17/6/2026).
"Apa lagi yang harus saya lakukan (jika Iran melanggar kesepakatan)? Apakah saya harus berkata, 'Saya akan menyeret Anda ke pengadilan?'," kata Trump dikutip Associated Press.
"Anda tahu, kami akan membobardir mereka habis-habisan jika mereka melanggar perjanjian."
Baca Juga: AS dan Iran Resmi Tandatangani MoU untuk Akhiri Perang
Trump meyakini Iran tidak akan melanggar kesepakatan. Di sisi lain, ia menyebut pihaknya juga tidak ingin melanjutkan serangan terhadap Iran.
Pemerintah AS dan Iran mengonfirmasi bahwa MoU tersebut menggariskan penghentian peperangan secara permanen. Kedua pihak kemudian akan membahas program nuklir Iran dalam waktu 60 hari.
Iran dilaporkan sepakat untuk mengencerkan pasokan uranium yang telah diperkaya. Sebaliknya, AS akan mencabut sejumlah sanksi ekonomi dan mengizinkan Iran menjual minyak secara bebas.
Kedua pihak juga sepakat memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz. Iran setuju untuk membuka lalu lintas Selat Hormuz tanpa pungutan selama setidaknya dua bulan.
MoU AS-Iran dilaporkan turut menjamin integritas teritorial Lebanon yang diperangi Israel. Pemerintah Iran pun menegaskan Israel harus berhenti menyerang Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- mou as iran
- as iran berdamai
- donald trump
- trump ancam bombardir iran
- iran





