Nilai Tukar Rupiah Dibuka Turun ke Rp17.860 per Dolar AS Usai The Fed Keluarkan Nada Hawkish

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke Rp17.860 pada perdagangan hari ini, Kamis (18/5/2026) di tengah pergerakan greenback yang mengalami apresiasi.  

Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka melemah 98 poin atau 0,55% ke level Rp17.860 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,17% ke 100,26.

Sementara itu, mata uang di Asia dibuka bervariasi. Yen Jepang terapresiasi 0,01% bersama rupee India sebesar 0,03%. Di sisi lain, ringgit Malaysia dan won Korea masing-masing melemah sebesar 0,57% dan 0,66% terhadap dolar AS.  

Baca Juga : Pasar Global Bergejolak Usai The Fed Gaungkan Nada Hawkish

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi berisiko ditutup melemah pada rentang Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Ibrahim memaparkan bahwa dari sentimen internal, perhatian pelaku pasar tertuju pada pengumuman hasil RDG Bank Indonesia pada 17–18 Juni 2026. 

Di sisi lain, kekhawatiran pasar domestik terkait ketahanan energi di tengah konflik geopolitik global mulai mereda. Indonesia dilaporkan tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz. 

Sementara itu, dari faktor eksternal, indeks dolar AS mendapatkan dukungan dari rincian nota kesepahaman (MoU) perdamaian sementara antara AS dan Iran yang mulai muncul ke publik.  

Kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan pelonggaran blokade pelabuhan, yang memungkinkan Iran kembali mengekspor minyak melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, fokus pasar global tertuju pada pengumuman kebijakan moneter perdana The Fed di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh.

"Bank sentral secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan dot plot untuk petunjuk jalur kebijakan di masa depan," kata Ibrahim. 

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendikdasmen Usulkan Tambahan Anggaran Rp40,75 Triliun pada RAPBN 2027, Komisi X DPR RI Menyatakan Dukungan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
NCT DREAM Umumkan Fan Meeting Spesial 10 Tahun THE SWEET DREAM HOTEL
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Wanita di Riau Tewas Dibacok Suami Siri usai Pergi ke Rumah Mantan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Wapres Gibran Pastikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Bebas Korupsi
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
BMKG Sebut Wilayah Indonesia Selatan Mulai Memasuki Musim Kemarau
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.