Provident (PALM) Sebut Gejolak Global dan Regulasi Jadi Tantangan Investasi 2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kedua faktor tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar serta memengaruhi arah pengambilan keputusan investasi.

Provident (PALM) Sebut Gejolak Global dan Regulasi Jadi Tantangan Investasi 2026 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) menyatakan, gejolak geopolitik global dan perubahan regulasi akan menjadi tantangan terbesar investasi pada 2026. 

Kedua faktor tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar serta memengaruhi arah pengambilan keputusan investasi.

Baca Juga:
Provident Investasi (PALM) Bagikan Dividen Rp3,2 per Saham, Totalnya Capai Rp50 Miliar

Direktur PALM, Ellen Kartika mengatakan, kondisi ekonomi global yang semakin sulit diprediksi menuntut perusahaan untuk lebih cermat dalam memantau berbagai perkembangan, baik di tingkat internasional maupun domestik.

"Menurut kami tantangan terbesarnya adalah gejolak geopolitik maupun perubahan regulasi yang ada. Jadi itu membuat market menjadi lebih volatile," ujar Ellen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, ketidakpastian yang bersumber dari faktor eksternal dapat memengaruhi sentimen pasar dan kinerja investasi. Karena itu, Perseroan terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan yang berpotensi berdampak terhadap portofolio investasinya.

Presiden Direktur PALM Tri Boewono juga menyoroti berbagai dinamika global yang masih membayangi prospek perekonomian dunia. Konflik geopolitik dan berbagai faktor eksternal lainnya dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kondisi global yang sarat ketidakpastian mengharuskan perusahaan lebih berhati-hati dalam menyusun strategi investasi ke depan. Selain perkembangan geopolitik, perubahan kebijakan dan regulasi juga menjadi faktor yang terus dicermati Perseroan.

"Kalau secara global, Bapak-Ibu juga sangat paham, kita semua khawatir dengan apa yang terjadi di dunia, baik perang maupun faktor-faktor lainnya. Jadi ada pengaruh dari luar Indonesia yang juga dapat berdampak terhadap kondisi di Indonesia," kata Tri.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, PALM membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, melonjak 193 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan peningkatan kinerja tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar atau setara 2,97 persen dari laba bersih Perseroan.

Pertumbuhan laba terutama ditopang oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya yang mencapai Rp2,23 triliun. Sementara itu, total aset PALM meningkat 17 persen menjadi Rp9,19 triliun pada 2025, dari Rp7,87 triliun pada tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, kinerja Perseroan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Pada kuartal I-2026, PALM membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, melonjak 263,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya yang meningkat 287,2 persen menjadi Rp2,44 triliun. Total aset Perseroan juga tumbuh 25,6 persen menjadi Rp11,55 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp9,19 triliun.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempari Botol dan Batu ke TNI Polri
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Wujudkan Rumah, Kendaraan & Liburan Impian di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
5 Kebiasaan Pagi Hari yang Bikin Asam Urat Tidak Kambuh Lagi
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Susunan Pemain dan Head to Head
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
BNN Latih Warga Aceh: Dari Tanam Ganja Jadi Petani Kopi
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.