Rilis Teks Perjanjian Resmi, AS Pastikan Iran Sepakat Encerkan Cadangan Uranium

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Washington: Sejumlah pejabat senior administrasi Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Iran telah sepakat untuk mengencerkan persediaan uranium yang diperkaya di bawah kesepakatan sementara dengan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan perilisan draf teks resmi dari dokumen perjanjian damai kedua negara.

Salah seorang pejabat senior AS menegaskan bahwa kesediaan pihak Teheran untuk mengalah dalam urusan nuklir merupakan sebuah pencapaian yang sangat besar bagi kepentingan Amerika Serikat.

"Fakta bahwa mereka mengalah dalam hal itu adalah kemenangan yang sangat, sangat besar bagi Amerika Serikat," ujar pejabat tersebut kepada awak media, seperti dikutip TRT World, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, jalur vital Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk memulihkan aktivitas penjualan minyak Iran, sementara AS beserta jajaran sekutunya bersiap menyusun rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai USD300 miliar atau sekitar Rp5.300 triliun untuk Iran.

Jajaran pejabat AS membacakan langsung rumusan kalimat tersebut dalam sebuah konferensi telepon, setelah draf perdamaian yang sempat diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Minggu lalu diliputi ketidakpastian mengenai poin-poin kesepakatan yang sebenarnya.

Garis besar kesepakatan awal ini nantinya akan diikuti oleh proses negosiasi selama 60 hari demi merumuskan perjanjian final. Terkait hal itu, Trump sempat memperingatkan bahwa Washington bisa saja kembali meluncurkan serangan bom jika Iran menolak poin-poin kesepakatan di akhir masa perundingan.

Menurut keterangan dari pejabat AS, program nuklir Iran secara eksplisit tercantum di dalam teks perjanjian resmi, lengkap dengan klausul tambahan yang tidak ada dalam draf-draf bocoran di berbagai media domestik maupun asing sebelumnya.

Merujuk pada teks kesepakatan yang dibacakan otoritas AS, kedua negara sepakat untuk mendiskusikan mekanisme penanganan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, yang selama ini menjadi pusat tudingan Washington bahwa Teheran berniat mengembangkan senjata atom.

Dokumen tersebut menjabarkan bahwa metodologi minimum yang akan diterapkan adalah pengenceran langsung di lokasi di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Proses pengenceran ini melibatkan pencampuran uranium diperkaya tinggi yang biasa digunakan sebagai bahan baku bom atom dengan uranium yang telah menyusut untuk mereduksi tingkat radioaktivitasnya secara signifikan.

Pejabat senior AS memberikan komentarnya dengan menilai bahwa klausul tersebut merupakan komitmen tertulis Iran untuk menghancurkan persediaan uranium mereka melalui metode yang telah disepakati.

"Mereka mengatakan kami akan menghancurkan persediaan yang diperkaya, dan ini adalah cara minimum yang akan kami lakukan," kata pejabat senior tersebut memberikan analisisnya mengenai isi dokumen.

Di sisi lain, jajaran pejabat AS mengakui bahwa rencana alokasi dana rekonstruksi senilai USD300 miliar pascaperang bentukan AS-Israel sejak 29 Februari lalu tersebut merupakan bagian kedua yang paling kontroversial setelah isu nuklir.

Teks dokumen tersebut menyatakan bahwa Washington berkomitmen dengan para mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif yang disepakati bersama dengan anggaran minimal USD300 miliar demi rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran. Mekanisme pelaksanaan rencana ini juga akan menjadi bagian dari agenda pembicaraan selama 60 hari ke depan.

Namun, pejabat terkait menegaskan bahwa Washington tidak akan menanggung beban finansial tersebut secara langsung, mengingat Trump saat ini tengah menghadapi kritik atas dugaan inkonsistensi politik setelah dirinya sempat mengecam keras pembayaran tunai ke Iran di era Presiden Barack Obama pada perjanjian nuklir 2015 silam.

"Perhatikan bahwa ini tidak mengharuskan kita melakukan apa pun untuk membayar satu sen pun kepada warga Iran, untuk berkontribusi uang ke dana rekonstruksi ini," kilah pejabat senior tersebut.

Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan final tercapai dan pihak Iran menunjukkan kepatuhan, AS hanya akan memberikan kelonggaran sanksi yang memungkinkan pihak ketiga, seperti Uni Emirat Arab, untuk membangun pembangkit listrik di Iran.

"Apa yang dikatakannya adalah bahwa jika kita mencapai kesepakatan final dan jika orang-orang Iran berperilaku baik, kita akan mengizinkan keringanan sanksi yang memungkinkan, misalnya, warga Emirat untuk membangun pembangkit listrik di Iran," tambahnya.

Berikut adalah draf teks lengkap dari dokumen nota kesepahaman (MOU) AS-Iran berdasarkan laporan resmi media massa:

Pertama, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran beserta sekutu mereka dalam perang saat ini, dengan menandatangani MOU ini, mendeklarasikan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Para pihak berkomitmen mulai saat ini untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, serta menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain, sekaligus menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon. Perjanjian final akan mengukuhkan penghentian permanen perang di semua lini, termasuk di Lebanon dan ketentuan lain dalam paragraf ini.

Kedua, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berkomitmen untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah satu sama lain, serta menahan diri dari mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

Ketiga, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.

Keempat, Segera setelah penandatanganan MOU ini, Amerika Serikat akan memulai proses penarikan blokade angkatan laut serta menghentikan segala bentuk gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan menyelesaikan penarikan blokade secara penuh dalam waktu 30 hari. Selama periode ini, lalu lintas kapal akan dipulihkan oleh Republik Islam Iran secara proporsional sesuai dengan jumlah lalu lintas sebelum perang. Amerika Serikat lebih lanjut berkomitmen untuk menarik pasukannya dari wilayah sekitar Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah perjanjian final dicapai.

Kelima, Setelah penandatanganan MOU ini, Republik Islam Iran akan melakukan pengaturan dengan upaya terbaiknya demi menjamin keselamatan jalur kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari hanya untuk rute dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.

Lalu lintas kapal komersial akan segera dimulai, dan mengingat adanya kebutuhan untuk membersihkan hambatan teknis militer serta ranjau laut oleh Republik Islam Iran, jalur ini akan dipulihkan sepenuhnya dalam waktu 30 hari.

Republik Islam Iran akan melakukan dialog dengan Kesultanan Oman untuk menetapkan pengelolaan masa depan dan layanan maritim di Selat Hormuz, melalui diskusi dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara pantai Selat Hormuz.

Keenam, Amerika Serikat berkomitmen bersama para mitra regional untuk menyusun rencana definitif yang disepakati bersama dengan anggaran minimal 300 miliar dolar AS demi rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran. Mekanisme implementasi rencana ini akan difinalisasi sebagai bagian dari kesepakatan final dalam waktu 60 hari. Seluruh lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan terkait akan diberikan oleh Amerika Serikat.

Ketujuh, Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri segala jenis sanksi terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA, serta seluruh sanksi sepihak AS baik primer maupun sekunder sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari perjanjian final. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat mengakui pentingnya isu penghentian sanksi tersebut dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.

Kedelapan, Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memproduksi atau mengembangkan senjata nuklir. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah sepakat untuk menyelesaikan penanganan persediaan materi yang diperkaya sesuai dengan mekanisme yang akan disepakati bersama berdasarkan jadwal yang disebutkan dalam paragraf tujuh, dengan metodologi minimum berupa pengenceran langsung di lokasi di bawah pengawasan IAEA.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk membahas isu pengayaan serta hal-hal lain yang disepakati bersama terkait kebutuhan nuklir Republik Islam Iran, berdasarkan kerangka kerja yang memuaskan dalam perjanjian final.

Kesepakatan final akan mengukuhkan ketentuan dalam paragraf ini. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran mengakui pentingnya isu nuklir tersebut dan menyatakan niat mereka untuk segera membahasnya dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.

Kesembilan, menjelang tercapainya kesepakatan final, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Republik Islam Iran akan menjaga status quo program nuklirnya saat ini, dan Amerika Serikat tidak akan menjatuhkan sanksi baru serta tidak akan menempatkan pasukan militer tambahan di kawasan tersebut.

Kesepuluh, Amerika Serikat berkomitmen bahwa segera setelah penandatanganan MOU ini dan hingga berakhirnya sanksi, Departemen Keuangan AS akan menerbitkan izin pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi beserta turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dan sektor lainnya.

Kesebelas, Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan secara penuh dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi agar dapat digunakan kembali. Setelah implementasi MOU berjalan, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan menyepakati prosedur terkait pencairan dana tersebut selama negosiasi berlangsung.

Dana tersebut, baik yang dipertahankan di rekening asli maupun yang ditransfer, harus dapat digunakan sepenuhnya untuk pembayaran kepada penerima manfaat akhir yang ditunjuk oleh Bank Sentral Republik Islam Iran. Amerika Serikat berkomitmen untuk menerbitkan semua lisensi dan otorisasi yang diperlukan untuk keperluan tersebut.

Keduabelas, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat bahwa mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan implementasi MOU ini serta kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan final.

Ketigabelas, setelah menandatangani MOU ini, dan dengan tunduk pada dimulainya implementasi paragraf 1, 4, 5, 10, dan 11 dari MOU ini, serta keberlanjutan pelaksanaan langkah-langkah tersebut, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan final secara eksklusif pada paragraf-paragraf lainnya.


(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah PHK 30.000 Karyawan, Orang Terkaya Teriak Kekurangan Pegawai
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Selat Hormuz Dibuka, ESDM Tegaskan RI Tetap Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1.074 Rumah Rusak, 73 Luka-Luka dan 1 Tewas
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
SATRIA 1 Dominasi Layanan Pendidikan, BAKTI Catat Lebih dari 21 Ribu Titik Terhubung Internet
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.