Harga Laptop Makin Mahal, Pedagang Ramai-Ramai Beralih ke Sini

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah pengunjung mereparasi laptop pribadinya di sebuah toko yang berada dalam Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global yang mendongkrak harga jual perangkat konsumen seperti laptop dan HP, dikhawatirkan bisa berdampak pada penurunan penjualan barang. Banyak pedagang yang sudah mengeluhkan fenomena masyarakat yang menahan pembelian perangkat elektronik baru. 

Untuk menyiasati hal ini, Intel mengumumkan Project Firefly, sebuah inisiatif untuk membuat laptop murah atau entry-level. Perusahaan berupaya melakukan beberapa cara, termasuk menggunakan komponen smartphone.

Beberapa perusahaan besar penjual laptop seperti Dell, Asus, Acer, dan Colourful, dilaporkan tengah mengadopsi Project Firefly. Sejumlah sistem telah tersedia dan beberapa lainnya diharapkan bisa meluncur dalam waktu dekat.


Pilihan Redaksi
  • Harga HP Naik Gila-Gilaan, Pedagang Ungkap Waktu Terbaik Beli HP Baru
  • Laptop Harga Rp 129 Juta Rilis di RI, Spesifikasinya Bikin Minder

Project Firefly dilakukan tidak hanya berfokus pada chip, namun juga dengan menstandarisasi seluruh proses desain laptop. Begitu juga menggunakan prosesor Wildcat Lake dengan desain hardware yang bisa digunakan oleh pembuat laptop secara apa adanya atau dimodifikasi.

Perubahan paling signifikan adalah komponen yang didapatkan. Intel tak lagi bergantung pada rantai pasokan PC tradisional, namun menggunakan dari smartphone dan tablet.

Rantai pasokan yang digunakan khususnya pada memori dan audio. Tech Spot menjelaskan keduanya akan beroperasi dalam volume yang lebih besar dan akan memudahkan Intel serta mitra meningkatkan produksinya, dikutip Kamis (18/6/2026).

Selain itu, Intel menggabungkan prosesor dengan memori dari perangkat mobile ke dalam satu unit yang diintegrasikan langsung pada desain laptop. Core Logic Module itu akan mengurangi waktu pengembangan dan menyederhanakan keputusan teknik yang dibuat di awal.

Intel membuat laptop murahnya dengan ketebalan 12,9 mm dan menggunakan sasis berbahan logam. Biasanya spesifikasi ini hanya ditemukan pada perangkat dengan harga yang lebih mahal.

Desainnya juga dirancang dengan tampilan yang lebih bersih. Laptop hadir tanpa lubang ventilasi yang terlihat.

Sementara dari segi konektivitas, laptop murah ini tetap didukung dengan port modem seperti USB Type-A, Type-C, dan Thuderbolt.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Saingi Johor, BKPM Dorong Batam Pusat Data Terkemuka di ASEAN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Raperda Disabilitas Jadi Momentum Koreksi Hak Dasar
• 22 jam laluberitajatim.com
thumb
WNA Asal Taiwan Dideportasi Imigrasi Singkawang Setelah Overstay Lebih dari 60 Hari
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Terasa Semakin Padat, Mengapa Kelahiran Justru Menurun?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Maruarar Tegaskan Skema Cicilan KPR 40 Tahun Masih Dibahas Komite Tapera
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Bundamedik (BMHS) Sebar Dividen Rp8,8 Miliar, 71 Persen dari Laba
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.