Trump Bertemu Zelenskyy, Desak Rusia Segera Berdamai dan Isyaratkan Sanksi Minyak terhadap Rusia Dapat Diberlakukan Kembali

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan pertemuan selama sekitar 30 menit di sela-sela KTT G7. Pertemuan ini merupakan pertemuan tatap muka pertama antara keduanya dalam lebih dari empat bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menyatakan bahwa Rusia seharusnya segera mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina. Ia juga mengisyaratkan bahwa seiring meredanya situasi di Timur Tengah dan pulihnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, Amerika Serikat mungkin akan kembali menjatuhkan sanksi terhadap ekspor minyak Rusia.

Pemimpin G7 Bahas Jalan Baru Menuju Perundingan Damai

Di KTT G7 pada 16 Juni, Zelenskyy bertemu dengan Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta para pemimpin negara-negara G7 untuk membahas kemungkinan membuka kembali jalur perundingan damai dengan Rusia.

Negara-negara Eropa juga berharap melalui pertemuan ini dapat menunjukkan kesediaan untuk berdialog dengan Rusia, sekaligus mendorong peningkatan sanksi terhadap Moskow dan memperkuat dukungan militer bagi Ukraina.

Zelenskyy: Putin Menolak Pertemuan di G7

Sehari sebelumnya (15 Juni), dalam konferensi antarpemerintah Uni Eropa melalui sambungan video, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak usulan untuk bertemu dengan pihak Ukraina di sela-sela KTT G7.

Zelenskyy mengatakan: “Kami juga telah berdiskusi dengan Amerika Serikat dan Prancis mengenai kemungkinan mengadakan pertemuan dengan Rusia dalam kerangka G7, dengan kehadiran perwakilan dari seluruh negara demokrasi. Namun Putin tetap menolak.”

Ia menambahkan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada Presiden Trump agar pembicaraan Rusia–Ukraina diselenggarakan di Amerika Serikat, dengan harapan format tersebut akan membuat Putin lebih sulit untuk menolak hadir.

Trump Optimistis Ada Kemajuan

Trump menyatakan: “Kemarin kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Ukraina Zelenskyy dan Presiden Rusia Putin. Saya merasa mungkin akan ada kemajuan, dan saya benar-benar meyakininya. Saya pikir keduanya terbuka terhadap hal itu. Sekarang setelah (kesepakatan nuklir Iran) ini tercapai, kami akan memusatkan perhatian pada perang Rusia–Ukraina dan melihat apakah konflik itu dapat diakhiri.”

Ukraina Serang Kilang Minyak di Rusia

Di sisi lain, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di wilayah Rusia. Pada 16 Juni, serangan pesawat nirawak (drone) dilaporkan merusak sebuah kilang minyak besar di Moskow.

Melalui sebuah video yang diunggah di platform X, Zelenskyy menyatakan bahwa militer Ukraina telah menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang target yang berjarak sekitar 500 kilometer.

Dalam unggahannya, ia menulis: “Ini adalah tanggapan yang adil atas serangan-serangan Rusia dan merupakan respons terhadap perang yang seharusnya sudah berakhir, tetapi justru terus berkepanjangan.”

Laporan gabungan oleh NTD Asia-Pacific Television, Huang Liangjian dan Chen Lingzhi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Consumer Expo 2026 Makassar Momen Tepat Wujudkan Rumah, Kendaraan hingga Rencana Liburan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Dari Skutik hingga Motor Sport Jadi Jawara, Yamaha Borong Tujuh Penghargaan Otomotif 2026
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kemenpar Perkuat SDM untuk Tingkatkan Kepercayaan dan Kenyamanan Wisatawan
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkeu Purbaya "Jemput Bola" ke Negeri China
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Fenomena Tempat Judi Berkedok Gim Anak Disorot
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.