JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul menargetkan Sekolah Rakyat dapat menampung 400.000 siswa pada tahun 2029.
Gus Ipul mengatakan, saat ini, Sekolah Rakyat sudah menampung 45.000 siswa di seluruh Indonesia.
“Tahun depan bertambah lagi 60.000 jadi lebih dari 100.000, insya Allah tahun depan 2027, 2028 sudah mendekati 300.000, 2029 sudah di atas 400.000 siswa,” kata Gus Ipul dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah 6,3 hektare dari Kementerian Hukum di Graha Pengayoman, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Menteri Hukum Inisiasi Pembangunan Sekolah Rakyat Tanpa Dana APBN
Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat tidak memiliki sistem pendaftaran siswa baru melainkan menjangkau mereka yang berasal dari keluarga rentan.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto biasanya menyebut keluarga rentan tersebut sebagai the invisible people.
“Penderitaannya tidak pernah nampak oleh kita. Ini adalah sebutan dari Presiden, the invisible people, Mungkin dia tetangga kita, Bisa jadi anak-anak kita ini adalah mungkin mereka tinggal di Jakarta tapi untuk makan dua kali sehari saja sudah Alhamdulillah,” ujarnya.
Baca juga: Mensos Pastikan Efisiensi Tak Kurangi Penerima Bansos dan Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan, selama beroperasi 11 bulan, anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat semakin optimis menghadapi masa depan.
“Sudah 11 bulan sekolah rakyat beroperasi. Hasilnya, Alhamdulillah dapat saya laporkan secara umum baik anak-anak kita sudah lebih percaya diri,lebih disiplin, lebih optimis menghadapi masa depan dan fokus belajar, bisa fokus belajar,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang