Surabaya, tvOnenews.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6).
Aksi yang mengusung tema “Cegah Indonesia Semakin Suram” itu menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin berat bagi masyarakat.
Massa aksi yang berasal dari berbagai elemen, di antaranya mahasiswa BEM Universitas Airlangga, Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jawa Timur, serta BEM Nusantara, mulai memadati kawasan Grahadi sejak siang hari.
Mereka membawa berbagai spanduk, poster, dan bendera organisasi sebagai simbol kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum mampu menjawab persoalan ekonomi masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah perlu dievaluasi karena dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Massa juga menyerukan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Ketua BEM Unair, Rizqi Senja, dalam orasinya menyampaikan bahwa mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang dianggap mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah. Di antaranya penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sarat kepentingan politik, penurunan harga BBM non-subsidi dan kebutuhan pokok, serta upaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, pemerintah harus lebih fokus pada kebijakan yang langsung berdampak terhadap daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi nasional.
“Mahasiswa hadir sebagai representasi suara rakyat. Kami menuntut pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, terutama terkait beban ekonomi yang semakin dirasakan oleh rakyat,” tegas Rizqi Senja saat menyampaikan orasi di hadapan ribuan peserta aksi.
Sementara itu, aparat keamanan melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi demonstrasi. Sejumlah personel gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Korps Brimob Polri disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib. Selain itu, kawat berduri dipasang di sisi luar Gedung Grahadi sebagai langkah antisipasi guna mencegah massa memasuki area gedung pemerintahan tersebut.
Meski berlangsung dengan pengawalan ketat, aksi demonstrasi berjalan kondusif. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan kondisi perekonomian nasional. (sha/gol)




