Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menandai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan apel yang digelar pada Kamis (18/6/2026) pagi di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang. Apel itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Wakil Kepala BPS, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Bupati/Wali Kota, serta diikuti sekitar 1.000 petugas sensus di Kota Semarang.
Ali Said, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan mulai 15 Juni-31 Agustus mendatang. "Di Jawa Tengah, ada 36.891 petugas sensus. Mereka tersebar ke Satuan Lingkungan Setempat (SLS) selama 2,5 bulan. Jadi tergantung, 1 SLS bisa terdiri dari sekitar 6 Rukun Tetangga (RT)," jelasnya saat ditemui wartawan.
Ada 4,9 juta pelaku usaha yang sudah teridentifikasi berdasarkan penelusuran awal yang dilakukan BPS Provinsi Jawa Tengah. Ali menyebut, jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan proses verifikasi di lapangan. "Kami [juga] masih mendeteksi pelaku usaha yang ada di level rumah tangga. Itu sekitar 16 juta sekian. Termasuk yang freelance, industri kreatif, dan lain-lain," lanjutnya.
Ali berharap, masyarakat Jawa Tengah bisa ikut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang jujur. Keterbukaan informasi tersebut sebetulnya telah diwajibkan berdasarkan aturan undang-undang yang berlaku. Namun demikian, BPS tetap mengambil langkah persuasif ke masyarakat.
"Dengan komunikasi yang baik, kami akan menjelaskan kepada responden mengenai pentingnya data ekonomi. Terkadang, responden ini takut datanya dipakai untuk pajak dan sebagainya. Jadi saya sampaikan sekali lagi, bahwa kami menjamin kerahasiaan data yang di-entry oleh petugas," tegas Ali.
Petugas sensus dipastikan hanya akan melakukan pencacahan dan pencatatan informasi melalui perangkat yang terhubung ke sistem Sensus Ekonomi 2026 yang dioperasikan BPS. Data tersebut tidak disimpan ke dalam perangkat petugas sensus, namun langsung terkirim ke pusat data BPS.
"Data ini tidak akan kami sampaikan ke pihak manampun. Kami tidak akan menyampaikan informasi individu, kami hanya akan menyajikan berupa data agregat. Misalnya dalam bentuk jumlah, rata-rata, jadi sifatnya agregat," jelas Ali.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan diolah menjadi beberapa produk turunan. Selain dipublikasikan, informasi sensus juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk mendukung proses pengambilan kebijakan serta pembangunan di bidang perekonomian. Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan prospek investasi setiap sektor usaha di Jawa Tengah.
Ali menyebut, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada data. "Kalau ekonomi tumbuh, maka tenaga kerjanya akan terserap. Dampaknya adalah meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.
Baca Juga
- Sensus Ekonomi 2026: BPS Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha di Jawa Tengah
- BPS Jatim Terjunkan 51.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026





