Banyak orang merasa harus selalu tersedia, membantu, atau memenuhi ekspektasi dari orang di sekitarnya karena takut dianggap egois, mengecewakan, atau tidak peduli. Padahal, terlalu sering mengutamakan orang lain tanpa sadar bisa membuat seseorang mulai mengabaikan diri sendiri sehingga memicu kelelahan emosional, stres, hingga kehilangan batas sehat dalam hubungan.
Oleh karena itu, penting untuk mulai menyadari bahwa menjaga diri sendiri bukan berarti mementingkan diri sendiri, melainkan bentuk kepedulian agar kesehatan mental tetap terjaga. Langkah awal yang bisa coba adalah mencari tahu apa saja penyebab kamu terlalu memikirkan orang lain seperti yang dilansir dari Tiny Buddha di bawah ini agar kamu bisa menemukan jalan untuk mengatasinya!
Terbiasa Melihat Orang Terdekat Selalu Mengorbankan DiriMengutamakan orang lain sering terbentuk sejak masa kecil ketika seseorang terbiasa melihat orang terdekat selalu mengorbankan diri demi orang lain/Foto: Magnific
Sebagian orang tumbuh dengan kebiasaan selalu mendahulukan orang lain karena sejak kecil mereka melihat orang tua atau pengasuhnya melakukan hal yang sama. Pengalaman itu dapat membentuk keyakinan bahwa memprioritaskan diri sendiri adalah tindakan yang egois atau tidak benar.
Padahal, pola mengabaikan diri, menyabotase diri, hingga menyakiti diri sendiri sering diwariskan secara turun-temurun tanpa disadari. Siklus tersebut biasanya terus berulang sampai ada seseorang yang memutuskan untuk berhenti mengulang pola lama dan mulai berusaha mengubahnya.





