Empat Dosen Prodi PSP Universitas Brawijaya Dipercaya Perkuat Tim Pengkajian Sumber Daya Ikan Nasional

realita.co
5 jam lalu
Cover Berita

MALANG – Universitas Brawijaya kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengelolaan sumber daya perikanan nasional. Sebanyak empat dosen Universitas Brawijaya dipercaya oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) untuk bergabung sebagai calon anggota Tim Pengkajian Sumber Daya Ikan (PSDI) pada sejumlah Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas akademik dan keahlian sivitas akademika Universitas Brawijaya dalam mendukung pengelolaan perikanan berbasis sains serta penyusunan kebijakan yang berlandaskan data ilmiah.

Baca juga: Prodi PSP FPIK UB Dukung Penyusunan Rencana Aksi Perikanan Udang Kalimantan Selatan Berbasis Sains

Empat dosen yang mengikuti proses penguatan kapasitas tersebut adalah Dr. Arief Setyanto, S.Pi., M.App.Sc., Ledhyane Ika Harlyan, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Gatut Bintoro, M.Sc. untuk WPPNRI 573, serta Prof. Dr. Ir. Tri Djoko Lelono, M.Si. untuk WPPNRI 712.

Mereka mengikuti Workshop Stock Assessment Batch III yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Komnas Kajiskan di Semarang pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembekalan calon anggota tim yang akan berperan dalam melakukan pengkajian sumber daya ikan pada berbagai wilayah perairan Indonesia.

Tim Pengkajian Sumber Daya Ikan memiliki fungsi strategis dalam menyediakan informasi ilmiah mengenai kondisi stok sumber daya ikan, tingkat pemanfaatan, serta potensi keberlanjutan perikanan. Hasil kajian yang dihasilkan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan nasional.

“Pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan data yang akurat dan analisis ilmiah yang kuat. Peran akademisi sangat penting untuk memastikan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat,” ungkap salah satu peserta workshop.

Baca juga: Prodi PSP FPIK UB dan KOLEKTIF Perkuat Kolaborasi Riset untuk Mendukung Perikanan Berkelanjutan di Indonesia

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai pendekatan dan metode pengkajian stok ikan yang digunakan dalam pengelolaan perikanan modern. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan data tangkapan, pemanfaatan logbook perikanan, analisis Catch Per Unit Effort (CPUE), metode stock assessment, model surplus produksi, hingga interpretasi hasil kajian stok ikan.

Selain penguatan kapasitas teknis, workshop juga membahas sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah, termasuk implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota. Kebijakan tersebut membutuhkan dukungan kajian ilmiah yang komprehensif agar pemanfaatan sumber daya ikan dapat dilakukan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Keterlibatan dosen Universitas Brawijaya dalam Tim Pengkajian Sumber Daya Ikan Nasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan sektor perikanan. Melalui kontribusi akademisi, proses perumusan kebijakan dapat didukung oleh bukti ilmiah yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Magister Budidaya Perairan FPIK UB Dampingi Pembudidaya Lele Terapkan Eco-Aquaculture untuk Jaga Kelestarian Sungai

“Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang adaptif dan berbasis sains. Kolaborasi ini diperlukan agar sumber daya ikan Indonesia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi empat dosen Universitas Brawijaya ini sekaligus menegaskan komitmen FPIK UB dalam mendukung pengelolaan perikanan nasional yang berkelanjutan. Kontribusi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pengkajian sumber daya ikan di berbagai WPPNRI sekaligus mendukung terwujudnya kebijakan perikanan yang lebih efektif, terukur, dan berbasis bukti ilmiah.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung tata kelola perikanan nasional.

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahli Gizi Ingatkan Gerakan Minum Susu Nasional Berpotensi Bermasalah Jika Tanpa Pendampingan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian Hukum Hibahkan Lahan di Tangerang untuk Sekolah Rakyat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab Takalar Tuntaskan Hak ASN, Aparatur Desa hingga Iuran BPJS
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Viral Bola Final Piala Dunia 2026 Ternyata Buatan Indonesia
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Eksploitasi Tanah Berlebih, Pakar ITB Peringatkan Ancaman Krisis Air Bersih di Cimahi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.