Pantau - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai pemerintah terus mengarahkan kebijakan ekonomi menuju penguatan sektor-sektor strategis dan perbaikan kualitas belanja negara guna memperkokoh struktur ekonomi nasional.
Fakhrul mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dalam satu dekade terakhir mencerminkan tantangan struktural yang perlu terus dibenahi. Meski demikian, ia melihat pemerintah telah mengambil sejumlah langkah penyesuaian melalui kebijakan fiskal, moneter, dan penguatan sektor industri.
Menurutnya, fokus pemerintah terhadap pengembangan sektor energi dan pangan merupakan sinyal positif bagi arah pembangunan ekonomi ke depan.
“Idealnya, sektor yang berkembang di pasar modal sejalan dengan prioritas industri nasional,” ujar Fakhrul.
Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan efektivitas belanja negara. Selama ini, realisasi belanja pemerintah kerap terkonsentrasi pada kuartal kedua hingga ketiga, sehingga diperlukan evaluasi agar belanja negara tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal.
“Banyak belanja negara akhirnya hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, bukan pada kualitas belanja,” katanya.
Menurut Fakhrul, pemerintah kini mulai mendorong perubahan menuju belanja yang lebih berkualitas dan produktif.
“Langkah ini penting agar setiap anggaran yang dikeluarkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia usaha,” tandasnya.




