JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat dampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan akses menuju Kecamatan Lore Utara di Kabupaten Poso belum dapat dijangkau.
“Perkembangan terkini di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah kendala dalam proses penanganan darurat,” kata Muhari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Gubernur Sulteng Ungkap Warga Sigi Terdampak Gempa Butuh Tenda hingga Air Bersih
“Di Kabupaten Poso, akses menuju Kecamatan Lore Utara belum dapat dijangkau akibat terputusnya jaringan komunikasi, keterbatasan personel, dan sarana transportasi.”
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan asesmen dan pendataan dampak di wilayah itu belum dapat dilakukan secara optimal.
Muhari juga menyampaikan perkembangan penanganan di Kota Palu. Ia menyebut, saat ini Jembatan Palu III masih ditutup sementara karena masih dalam pengkajian teknis lanjutan setelah ditemukan keretakan pada struktur jembatan.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna menjamin keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, tenda darurat telah didirikan di area rumah sakit dan pasien yang sebelumnya dievakuasi secara bertahap mulai kembali ke ruang perawatan.
Muhari juga menyampaikan berdasarkan data sementara per Rabu (17/6/2026) pukul 19.20 WIB, sedikitnya 2.012 kepala keluarga atau 6.458 jiwa terdampak gempa.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bnpb
- badan nasional penanggulangan bencana
- kabupaten poso
- gempa bumi sulawesi tengah
- gempa bumi





